Inilah.. Cerita ”Sang Cucu” Menghabisi Nyawa Neneknya Sendiri Hingga Disetubuhi 3 Kali

POROSTVNEWS | BELITUNG –  Peristiwa pembunuhan sadis seorang nenek  berinisial AA (73 tahun) oleh cucu kandungnya, Minggu (22 /7/2018) sendiri sangat menggempar wilayah Belitung. Betapa tidak, setelah dibunuh dan lalu dibuang ke semak-semak, kemudian pelaku berinisial AO (13 tahun) menyetubuhi korban hingga tiga kali.

Hebatnya lagi, setelah menghabisi nyawa dan menyetubuhi neneknya sendiri, kemudian pelaku yang masih muda belia itu ketika ditanya oleh ibu kandungnya perihal keberadaan neneknya, pelaku membuat alibi bahwa neneknya pergi dengan seseorang dengan mobil bewarna hitam.

Terungkapnya kasus pembunuhan tersebut bermula dari laporan masyarakat kepada pihak kepolisian Polres Belitung pada  Senin 23 Juli 2018. Begitu mendapat laporan  jajaran Sat Reskrim Polres Belitung langsung bergerak cepat dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara(TKP)  di Jalan Padat Karya Rt 28 Rw 11, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Loading...

“Berdasarkan hasil  olah TKP, Polisi menyakini bahwa pembunuhan tersebut di lakukan orang terdekat,” papar Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana,S.IK,.MH ketika menggelar Konferensi Pers, Rabu (25/7/2018) .

Dikatakan Kapolres, berdasarkan kesimpulan olah TKP, dalam waktu tidak sampai 1 jam polisi berhasil mengamankan tersangka untuk di interogasi. Dari pengakuan AO yang putus sekolah tersebut  mengakui perbuatannya lantaran sering dimarahi sehingga muncul keinginan untuk menghabisi nyawa neneknya.

AKBP Yudhis Wibisana,S.IK,.MH juga membeberkan kronologis kejadian berawal dari kejadian ketika tersangka merusak saluran parabola di rumah korban sekitar pukul 20.00  WIB. Setelah saluran parabola tersebut mati, korban keluar rumah, sedangkan tersangka menuju belakang rumah untuk mengambil golok lalu memukul di bagian kiri korban hingga jatuh, lalu menyeret korban ke semak-semak disekitar rumah korban. Setelah itu tersangka kembali mengambil golok tersebut dan memukul di sebelah kiri sebanyak dua kali dan satu kali di bagian kanan.

” Setelah korban dipukul sebanyak dua kali  tersangka lalu melepaskan pakaian korban menyetubuhinya apdahal ketika itu berdasarkan pengakuan tersangka neneknya masih dalam kondisi hidup namun sudah pingsan. Usai meenyetubuhi neneknya lalu korban menutupnya dengan sehelai seng.

Peristiwa keji tersebut tidak hanya sampai disitu, sekitar pukul 01.00 WIB Senin dinihari tersangka kembali menyetubuhi korban  untuk ke dua kalinya dan aksi bejat tersebut berulang untuk ketiga kalinya sekitar pukul 05.00 pagi, namun korban sudah tidak bernyawa lagi. Usai melakukan aksi bejatnya kemudian tersangka  meninggalkan TKP dengan cara menutupi korban yang sudah tidak bernyawa dengan daun-daunan.

Dijerat pasal Berlapis

Kapolres mengatakan, akibat perbuatan tersangka dijerat  Pasal 340 Subsider 338, Subsider 351 ayat 3 dan Pasal 285 KUHP karena adanya persetubuhan terhadap korban.

Lantaran tersangka masih berumur 13 Tahun, berdasarkan UU nomor 11 Tahun 2012 tentang peradilan dan perlindungan anak, anak yang bisa di lakukan penahanan minimal umur 14 Tahun, untuk saat ini tersangka dititipkan pihak keluarga ke pihak kepolisian.

” Saat ini tersangka di lakukan penitipan kepada penyidik karena pihak keluarga dan sekitarnya merasa takut atas kejadian tersebut” papar Yudhis Wibisana.

Ditambahkan Yudhis untuk sat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak(P2TP2A) terkait penaganan kasus tersebut.** (Rully)

 

 

 

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close