Tongkang Bermuatan Zirkon Bergeser, Petugas KUPP Manggar, DPRD Prov Babel dan Instansi Terkait Angkat Bicara

POROSTVNEWS.COM | BELITUNG TIMUR – Terdamparnya  Tongkang Ocean II bermuatan 2.500 Ton Zircon di perairan laut sekitar pantai serdang, Belitung Timur sejak Minggu (27/1/2019) malam itu  menimbulkan pertanyaan berbagai kalangan. Pertanyaan yang cukup signifikan bukannya persoalan terdamparnya tongkang tersebut melainkan muatan pasir zirkon  yang dibawanya.

Bahkan keberadaan tongkang dan tug boad tersebut, berdasarkan pantauan Porostvnews.com, Jumat (1 /02/2019) pagi hingga siang,  posisi tongkang yang semula bocor kini sudah bergeser ke pantai cemara namun, masih berada disekitar perairan laut Manggar Beltim.

Menurut petugas Syahbandar Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas I Manggar, Kapten Santi Kurnia Wahid, bergesernya posisi tongkang dan tug boad bermuatan Zirkon tersebut karena terbawa arus air laut yang cukup deras.

Loading...

Tongkang Ocean II yang ditarik oleh tug boad TB Puspa Bahari  tersebut berangkat dari Pangkal Balam menuju Kumai, Kalimantan Tengah, atas nama PT. Putra Prima Mineral Mandiri (PT.PMM) ke PT. Irfan Primatama , Karam di perairan Pantai Serdang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Minggu (27/01/19). Di indikasi karena bocornya lambung kiri sehingga merapat ke tepi.

Terkait bocornya tongkang tersebut, pihak dari Tongkang dan Tugboat TB Puspa Bahari yang membawa tongkang, tidak langsung menghubungi pihak syahbandar(Kepala Pelabuhan) melaikan pihak dari syahbandar menghubungi awak kapal Tugboat TB Puspa Bahari, papar petugas Syahbandar Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas I Manggar, Kapten Santi Kurnia Wahid, kepada Porostvnews dan matababel online.com ketika dikonfirmasi,Rabu (30/1/2019) di kantornya.

“Kalo menghubungi benar, memang pihak syabandar yang menghubungi dulu, bukan pihak dari kapal,” imbuhnya.

Memiliki Izin Lengkap Pelayaran

“Alhamdulilah dari surat persetujuan berlayar lengkap,” ujarnyaSanti. Menurutnya, pasir zirkon juga memiliki surat Cargo manifest. Sesuai dengan kitab UU hukum dagang tertera siapa pengirim, siapa penerima, jenis Komuditi serta berat pasir zirkon.

“Berhubungan dengan UU 17 PM 82 terkait dengan pengeluaran surat persetujuan berlayar itu tidak mencangkup adanya perizinan dari instansi lain, terkait dengan kementerian ESDM,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Babel, ir. Suranto Wibowo ketika ditemui, Jumat(01/02/19) terkait  ke absahan dan peraturan Pemerintah Daerah(Perda) mengenai pengolahan pasir zirkon. Dia membenarkan bahwa PT. PPMM pemilik pasir zirkon yang karam di perairan Serdang, Beltim sudah mengantongi izin. ” Ya Ada lengkap Izinnya, IUP OP Zirkon,” pungkasnya.

Ia menyatakan, selama tahun 2018 tentang pengaturan mineral ikutan tidak diperbolekan untuk mengirim zirkon, sebelum Peraturan Daerah (Perda) keluar.

“Sebelum perda tentang mineral ikutan ini di keluarkan tidak di perbolehkan untuk mengirim pasir Zirkon. Namun sekarang Perda sudah keluarkan Bulan Januari dengan No (1) 2019, dasar itu kita lakukan melalui evaluasi terhadap PT. PPMM,” tandasnya.

Namun saat menyatakan berapa luas lahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. PPMM, Suranto menjawab.

“Sekitar berapa ya,,seratus, ets berapa ya,” ujarnya bingung.

Dengan IUP yang ada mencapai total 25 ribu ton pasir Zirkon. Disinyalir mereka melakukan pengambilan pada pihak ke 2.

Saat wartawan menanyakan apakah boleh pasir zirkon ini di dapat dari luar IUP.

“Boleh, tapi dia masuk di dalam pengolahan sirkon IUP OP zirkon. Boleh itu di perkenankan,” katanya.

Menurutnya pasir zirkon bisa di keluarkan Melalui IUP UP-K(Pengolahan pemurnian), namun pihak PT. PPMM tidak memiliki itu.

“Mereka(PT.PPMM) Tidak memiliki IUP UP-K, tapi mereka sudah lulus UKL UPL untuk mendapakan projek area pemurnian. Sehingga mereka bisa kirim material dulu ke Kalimantan. Nambang boleh, tapi pemurnian belum siap. Jadi mereka Kirim material dulu,” tegasnya.

Tak sampai disitu, matababelonline.com kembali menghubungi Wakil ketua DPRD Provinsi Dedy Yulianto melalui Via selluler, mengenai asal usul pasir zirkon yang di angkut dengan Tongkang, namun karam di perairan laut Beltim. Sayangnya pernyataan tersebut berbeda.

Menurutnya Dedy Yulianto, tidak boleh melakukan penambang di luar IUP kecuali adanya kerja sama.

“Mangkanya asal usul barangnya harus jelas. Jelas Perda sudah ditetapkan tidak di undangkan, memang untuk Pergubnya belum ada,” ujar Dedy Yulianto.

Dedy menegaskan, terkait perizinan yang lengkap silahkan. Namun asal usul barang harus jelas.

“Dimana IUP-nya disitu bahan baku di peroleh, bukannya dari IUP orang lain,” katanya.

Walaupun perdagangan antar pulau tidak di haramkan, namun asal usul barang mesti jelas.

“Sesuai UU meneral ikutan, boleh di kelolah di luar Babel. Namun royalti harus tetap di bayarkan dan sumber bahan baku harus sesuai IUP yang ada,” tandasnya.**

Red/Prosostvnews/matababelonline.com

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close