Kasasi JPU Dikabulkan MA, Mantan Kadis Disperindakop Digelandang ke Penjara

POROSTVNEWS | SULSEL –Kejaksaan Negeri Kota Parepare, Sulawesi Selatan akhirnya menggelandang  Amran Ambar  ke hotel “prodeo” Rutan Gunung Sari Makasar sekitar pukul 7.30 WITA, Rabu (27/2/19).

Eksekusi mantan Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) tersandung kasus korupsi pengadaan fiktif 50 gerobak  yang merugikan negara sebesar Rp 375 juta tersebut sempat bebas lantaran majelis hakim PN Makasar memvonis bebas.

Tak puas dengan vonis bebas hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Parepare mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung dan ternyata permohonan kasasi dikabulkan  dengan menghukum terdakwa selama 1.5 tahun penjara.

Loading...

“Proses eksekusi tidak mengalami kesulitan lantaran terpidana langsung menyerahkan ke Kejari kota Parepare  sejak pukul 7.00 WITA dan setengah jam setelah itu terpidana langsung kita giring ke rutan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kota Parepare Andi Darmawansa,hSH,.MH kepada awak media.

Andi  mengatakan ,Amran datang di Kantor Kejari parepare, menyerahkan diri sekitar pukul 7 pagi saat aktivitas perkantoran masih sepi. Sebenarnya terpidana terpidana mau menyerahkan diri tadi malam, tetapi terlalu larut sehingga pagi baru menyerahkan diri.

Amran divonis 1,5 tahun penjara atas kasus korupsi pengadaan gerobak saat dirinya menjabat Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop).

Kasus yang dilidik Polres Parepare ini ditemukan kerugian negara Rp 375 juta dalam pengadaan 50 unit gerobak fiktif.

Andi Darmawansah mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat yang telah menggugah hati Amran Ambar sehingga secara iklas datang ke kantor Kajari untuk menyerahkan diri.

“Kami selaku Eksekutor sudah menjalankan tugas dan tanggung jawab, kalaupun yang bersangkutan/ terpidana akan melakukan upaya Hukum silahkan, tapi tidak menghalangi  Eksekusi”tandas Andi Darmawansah.*

Rerporter : A.TAHANG

Editor        : Nasrul Rully

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close