LPG 3 Kg Mahal dan Langka, Warga Belitung Pertanyakan Kinerja Pemkab dan Aparat Hukum

Program Koversi ke Gas di Belitung Timbulkan Kegalauan Masyarakat

POROSTVNEWS | BELITUNG –  Dilematis, satu kata yang mengandung makna “kegalauan” itu, benar-benar dirasakan warga Belitung akhir-akhi ini. Betapa tidak, program konversi minyak tanah ke gas LPG  tabung 3 kg elpiji oleh pemerintah bukannya mensejahterakan masyarakat kurang mampu melainkan  justru menimbulkan kegelisahan yang tak berujung.

Pasalnya, saat ini di pulau Belitung, selain tingginya harga  jual mencapai Rp25 ribu,  gas LPG tabung 3 kg yang biasa disebut tabung gas “Melon” itu juga sulit untuk didapatkan. Sementara minyak tanah sudah mulai menghilang di pasaran. Tak pelak, masyarakat pun mulai angkat bicara.

Seperti yang dilontarkan salah seorang warga bernama  H. Zukron  terkait mahalnya harga  gas LPG tabung 3 kg di Belitung saat ini. Dikatakannya, sudahlah harganya jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan  oleh Pemrov Bangka Belitung, untuk mendapatkannya juga sangat  sulit.

Loading...

“Yang benar saja, masak iya harga jual di Belitung hingga Rp 25 ribu pertabung. Dengan harga selangit itu saja masih sulit untuk mendapatkannya,katanya bersubsidi nyatanya harga jual jauh diatas HET yang ditentukan pemerintah,” gerutu pria yang berdomisili di Aik Merbau, Tanjungpandan, Belitung tersebut.

H,Zukron meminta pihak DPRD maupun Pemkab Belitung secepatnya menyikapi persoalan ini, jika tidak tentunya akan menjadi dilema yang berkepanjangan, Di samping itu,akan mebuka peluang bagi spekulan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau kelompok.

Bahkan kata dia, seharusnya aparat penegak hukum  juga harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh penyalur atau agen-agen LPG tabung 3 kg yang menjual diatas HET yang ditentukan oleh pemerintah.

Menyikap kegalauan masyarakat kab.Belitung terkait mahal dan sulitnya mendapatkan LPG tabung 3 kg tersebut, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie yang di hubungi redaksi Porostvnews, Sabtu 2/3/19) via WhastApp  mengatakan, saat  ini Pemkab Belitung akan menetapkan HET LPG tabung 3 kg  sesuai kewenangan yang dimiliki.

Dikatakan Isyak Meirobie, tingginya harga LPG tabung 3 kg di Belitung disebabkan belum adanya SPBE di wilayah pulau belitung. Sedangkan HET yang ditentukan pemerintah hanya sampai di titik pendistribusian yakni di Bangka. Sementara untuk membawa ke pulau Belitung masih dibutuhkan biaya transportasi pengangkut.

“Proses penentuan HET sedang digodok,dalam waktu dekat Pemkab Belitung akan mengeluarkan HET untuk wilayah daratan dan kepulauan,” papar Isyak Meirobie.

Ketika disinggung indikasi adanya permainan spekulan, Isyak Meirobie mengatakan, Pemkab dan stakeholder lainnya akan melakukan pengawasan terintegrasi, namun hal itu akan dilakukan  jika sudah ada aturan yang jelas terkait kewenangan pengawasan yang dikeluarkan oleh pemerintah propinsi Bangka Belitung, tandasnya.**

Penulis: Nasrul Rully

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close