Bedah Buku yang Terlarang

Bedah buku Jumat sore di Surabaya itu dibubarkan aparat. Alasannya: tidak ada izin.

Oleh: Joko Intarto, (penulis)

Bedah buku Jumat sore di Surabaya itu dibubarkan aparat. Alasannya: tidak ada izin.

Berita tersebut tenggelam dalam hiruk-pikuk berita kampanye. Kalah ngetren dibandingkan berita Luhut Binsar Panjaitan yang mengamplopi seorang kyai di Madura untuk mendukung Jokowi.

Loading...

Aparat di republik ini memang aneh. Acara bedah buku saja harus pakai izin. Padahal buku yang dibedah bukan buku terlarang. Buku itu berisi pemikiran Prabowo – Sandi dalam bidang perekonomian.

Aparat berpendapat, karena pengarangnya Prabowo – Sandi, acara bedah buku wajib mengikuti aturan kampanye. Sementara penyelenggara bedah buku bukan anggota tim kampanye. Mereka komunitas anak-anak muda penggemar buku. Pesertanya juga bukan dari pendukung Prabowo – Sandi. Bebas.

Sebagai penulis buku, tentu saya merasa prihatin atas kejadian ini. Aparat seharusnya tidak perlu lebay. Tidak perlu baperan.*(jto)

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close