Bahasa Kemanusian: Sepenggal Kisah Upaya Penyelamatan Nyawa Anak Manusia Bernama M.Al Hikam di Belitung

POROSTVNEWS | BELITUNG – Bahasa kemanusian ini di ambil dari group WhatsApp “Belitung Media Team” yang di tulis oleh Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie dengan Judul “Bahasa Kemanusian”. Menyimak judul yang digoreskan  Wakil Bupati yang baru menjabat pada  bulan kelima ini, menggores nurani saya sebagai pemimpin redaksi www.porostvnews.com untuk menerbitkan sepenggal cerita tersebut di media yang saya pimpin.

Sebagai wartawan “gaek”, tentunya  sangat menginspirasi naluri saya untuk mempublikasikan di media online yang saya gawangi. Upaya yang dilakukan seorang bernama Isyak Meirobie beserta jajaran dan masyarakat Belitung menandakan kepedulian beliau sebagai pemimpin di era melenial saat ini.

Rasanya tak berlebihan, jika saya atau semua pihak meluncurkan kalimat  apresiasi terkait upaya yang di inisiasi oleh Isyak Meirobie, mulai dari mengajak masyarakat Belitung untuk membantu Al Hikam  (5 tahun) menyumbangkan darah demi kesembuhan Al Hikam yang trombosit terus menurun hingga upaya merujuk ke RS ke Jakarta dengan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan.

Loading...

Isyak Meirobie beserta jajarannya terutama pihak RSUD Marsidi Judono Kab. Belitung yang dipimpin dr.Hendra  terus berkoordinasi untuk dan melakukan upaya menyelamatkan jiwa anak manusia. Alhasil, AL Hikam kini sudah berada di Jakarta untuk melanjutkan pengobatannya.Mari kita doakan agar adik Hikam kembali sehat seperti sediakala.

Inilah Bahasa Kemanusian yang Ditulis Isyak Meirobie  

Adalah M.AL HIKAM. Adik kecil yang kali ini menginspirasi saya.Dalam kesempatan ini saya tidak akan menyampaikan sakit apakah adik kecil ini.Saya  (Isyak Meirobie –red)) lebih ingin menuliskan tentang bagaimana dan apa yang dapat kita  pelajari dari kejadian ini.Cerita ini bukan tentang saya,bukan tentang satu atau dua orang  tetapi, ini tentang kebersamaan.

Adalah..

M.AL HIKAM ,anak lucu berumur 5 tahun yang dirawat di RSUD dan akhirnya karena kondisi diminta rujuk ke Jakarta oleh dokter di RSUD Marsidi judono Belitung. Namun, karena oksigen yang harus disediakan maskapai belum terpenuhi maka keberangkatannya ditunda.Di waktu yang sama kondisi adik kecil ini menurun drastis karena HB dan Trombosit nya juga menurun tajam.

Semua cairan tidak bisa masuk ke dalam tubuhnya sehingga akhirnya dokter Hendra direktur RSUD dan jajaran mengambil keputusan mengambil langkah medik lainnya dan akhirnya tubuh si adik Hikam bisa menerima cairan kembali,namun tetap harus dipasang alat bernama ventilator utk membantu nafasnya yang semakin lemah.

Belitung terbukti hebat,karena dengan share posting di FB untuk mendapat bantuan pendonor darah AB yang akan diproses menjadi trombosit sangat cepat terkumpul,tak ada sekat perbedaan disini semua terpanggil karena satu bahasa universal yang sama yakni bahasa kemanusiaan.Hanya hitungan 2 jam banyak warga yg bergolongan darah AB berdatangan di PMI Belitung.

Tim PMI dan dokter serta paramedis di RSUD MJ juga kompak. Mereka bekerja sampai dini hari untuk mempersiapkan transfusi tersebut. Keesokannya HB dan trombosit adik kecil meningkat. Ada mujizat disini, walaupun kondisi fisiknya belum kembali ke titik yang siap untuk dilakukan operasi.

Akhirnya tim dokter dan pihak maskapai termasuk Tim Sehati (Pelayanan Kesehatan Terintegrasi yang berpusat di RSUD dan tergabung Dinkes disini)melakukan persiapan dan kontak dengan maskapai dan berbagai pihak.

Pihak maskapai yang dengan dipimpin District Managernya bergerak aktif, walaupun ada hambatan besar bahwa oksigen di Jakarta untuk disiapkan dalam pesawat tidak ada stock. Kami terus berusaha dan akhirnya ada kabar baik stock ada tapi jumlah oksigennya kurang.Oksigen ini tidak  boleh dibawah dari RSkarena harus khusus yg disediakan olehmaskapai.

Dan setelah berjuang tanpa menyerah pihak District Manager maskapai memberikan kabar bahwa 3 tabung oksigennya siap.

Puji Tuhan..semua berjalan baik.

Dan pagi ini dengan segala persiapan adik Hikam berangkat ke jakarta dalam kondisi harus dibantu dengan oksigen dan alat indikator medis tertentu.

Keberangkatannya didampingi langsung oleh direktur RSUD dr.Hendra dan perawat ruang ICU. Saat ini, adik Hikam dalam perjalanan menuju Rs di Jakarta.

Doakan semoga adik Hikam sembuh dan Tuhan yang Maha Baik menjamahnya untuk kembali bermain dengan riang gembira bersama teman temannya.

Apakah Adik Hikam istimewa ?

Tidak ada perlakuan khusus disini.Namun banyak yang tidak tahu bahwa setiap pasien adalah istimewa dan diperjuangkan dengan luar biasa oleh para medis,oleh pemerintah daerah era baru dan oleh semua pihak yang terkait dalam bid.pelayanan kesehatan termasuk tim Sehati.

Setiap pasien perjalanan medisnya dihadapkan dengan tantangan yang berbeda.Adik Hikam adalah peserta BPJS kelas 3 PBI. Tiket dan ambulance serta pendampingan paramedis ditanggung penuh oleh APBD kab.Belitung hanya melalui 1 loket di RSUD.

Sudah 3 bulan program ini berjalan.Semoga banyak Hikam lain yang merasakan manfaat positif nya.

Adik Hikam adalah salah satu penyulut semangat kami untuk terus berbenah dan memperbaiki diri atas segala kekurangan tim sehati selama melayani masyarakat belitung.

Dan..Bahwa semua program pemda takkan berjalan baik tanpa dukungan dan solidaritas masyarakat luas dan para pemangku kepentingan seperti maskapai,pihak penyedia jasa tiket dan ambulance/mobil di Jakarta ..itu sangat Benar.

Karena itu jangan biarkan kami berjalan sendiri…kami butuh partisipasi masyarakat luas….Karena kami bekerja bukan untuk diri kami sendiri tapi untuk masyarakat luas..

Dari kita semua kembali untuk kita semua…. Kami bukan siapa siapa tanpa kebersamaan dengan masyarakat yang telah sehati dan sekali lagi berbahasa kemanusiaan.

Semoga adik Hikam lekas sembuh.Dan program Sehati tetap bermanfaat bagi masyarakat.

Semangat adik Hikam..semangat org tua Hikam dan semua tim paramedik ..Atas nama Tim Sehati kami haturkan permohonan maaf  jika ada pelayanan kami yang belum maksimal. Semoga Tuhan memberikan kebaikan dan berkah bagi kita semua di bulan penuh Barokah ini.

Terimakasih utk seluruh masyarakat yang berbahasa kemanusiaan.

Amin…

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close