Kapolri Berharap Situasi Kondusif Hingga Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

POROSTVNEWS | JAKARTA –  Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, Pemilu 2019, adalah pemilu terkompleks dalam sejarah bangsa lantaran pemilu legislatif dan pemilu presiden berlangsung serempak.

Tito mengatakan, “Tingkat partisipasi [pemilu] 81 persen, paling banyak [dalam] sejarah reformasi. Pemilu 2014, ada 69 persen. Amerika saja tidak lebih dari 60 persen, jadi tingkat partisipasi [pemilu Indonesia] salah satu tertinggi di dunia,” paparnya.

Namun dalam rangkaian pemilu selama satu tahun, ia menyatakan TNI dan Polri sebagai dua pilar utama bangsa tetap sinergi untuk menjaga situasi keamanan negara, ucap Tito di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2019) ayang dilansir  tirto.id Minggu 7 Juli 2019.

Loading...

“Selama 10 bulan, kami semua sibuk. Bangsa terpolarisasi dengan pilihan masing-masing. Kami melihat hoaks luar biasa, ada istilah cebong dan kampret. Sekarang tidak ada lagi [istilah itu], adanya bangsa Indonesia,” tutur Tito. Ia kembali mengingatkan negara ini telah melalui peristiwa besar seperti kejadian gempa bumi dan tsunami. Namun jajaran aparat bersama masyarakat berhasil melewatinya.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini berharap situasi kondusif hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Oktober.

“Sampai masa pelantikan di Oktober nanti, mudah-mudahan aman, damai, tenang seperti ini,” sambung Tito.Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang memenangi Pilpres 2019 dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2019 mendatang. **

Sumber: tirto.id

 

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close