Menuju WBBM: SesJamWas Kejagung Kunjungi Kejari Belitung

Dua Program Inovasi Diapresisasi SesJamWas

POROSTVNEWS | TANJUNGPANDAN,BELITUNG – Setelah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementrian Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Kemenpan RB), kini Kejaksaan Negeri Belitung berupaya meningkatkan predikat menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dengan melakukan berbagai inovasi.

Kesungguhan Kejari Belitung saat ini dipimpin oleh Ali Nurudin,SH,.MH untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) terungkap ketika menerima kunjungan dari Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan pada Kejaksaan Agung R.I, Tony T. Spontana, SH.,M.Hum dan Kapusdaskrimti, A.Herman, SH, Selasa 20 Agustus 2019.

Loading...

Kehadiran Sejam beserta tim dalam rangka Sosialisasi, monitoring dan evaluasi pembangunan satuan kerja zona integritas  menuju WBBM  oleh tim reformasi birokrasi kejaksaan serta inspeksi pimpinan.

Dalam kegiatan tersebut Sesjamwas juga mengunjungi dan melihat inovasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Belitung dalam rangka menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

Sesjamwas Kejagung RI, Tony T. Spontana, SH.,M.Hum memberikan apresiasi positif kesiapan Kejari Belitung yang melahirkan inovasi terbaru seperti pengembalian barang bukti dan tilang secara gratis melalui Mobil Si BANTAN, Wisata Zona Integritas (ZI) untuk mendorong instansi vertikal maupun instansi pemda setempat untuk ikut serta membangun dan merintis zona integritas serta program pembayaran tilang dengan sistem drive thru yang mempermudah masyarakat belitung melakukan pembayaran tilang tanpa mesti susah dan turun dari kendaraan. Hal ini diyakini menjadi poin yang bisa mendorong Kejaksaan Negeri Belitung bisa menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

Sementara Ali Nurudin,SH,.MH kepada Porostvnews.com usai menerima  kunjungan Sesjamwas mengataka,pihaknya  mempertaruhkan predikat WBK yang sudah diraihpada tahun 2018 lalu dan akan melakukan hal yang sama. Namun untuk meraih predikat WBBM ini penilaiannya lebih ketat di banding WBK lalu dengan melahirkan inovasi baru dalam peyananan untuk bisa meraih predikat WBBM  karena nilai gratenya harus ditingkatkan.

“Untuk meningkatkan nilai itu, harus ada berbagai inovasi baru terkait dengan apa yang sudah dilaksanakan saat ini. Utamanya, untuk berbagai pelayanan public yang secara langsung bertemu dengan masyarakat. Capaian yang telah diraih berupa WBK harus dipertahankan. Agar predikat WBBM bisa diraih,” ujar kajari seraya mengatakan, intinya penilaian dari Kemen PAN RB melihat dari tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan yang kami berikan.**

Nasrul Rully

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close