Dirut AP 1: Peran TP4 Kejaksaan RI Sangat Berarti Bagi Pembangunan Bandara Yogyakarta

:”Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Lebih Cepat dan Berkualitas”

POROSTVNEWS | JAKARTA –  Direktur Utama PT Angkasa Pura 1  Faik Fahmi mengatakan, kehadiran Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Agung Republik Indonesia sangat berarti dalam proses pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.

“TP4 membantu kami dalam banyak hal. Mulai dari sisi administrasi. Ketika ada masalah legal, kami langsung konsultasi untuk mencari solusi dan mereka selalu bisa memberikan masukan yang baik,” ujar Faik .

Secara riil TP4 mengeluarkan Legal Opinion/Pendapat Hukum, Legal Advice berupa review semua perjanjian, addendum, saran-saran, rekomendasi-rekomendasi dan melaksanakan pengawasan, monitoring/site visit terhadap progress pekerjaan sesuai dengan kontrak serta memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.

Loading...

Dijelaskannya, keterlibatan TP4 dalam pembangunan infrastruktur juga telah mengubah iklim investasi di Indonesia. “Dulu, badan usaha milik negara tersebut merasa khawatir untuk melaksanakan investasi di sektor pengembangan infrastuktur. Kami takut ada kesalahan yang akhirnya berujung pada masalah hukum. Akhirnya banyak dari kami yang menahan diri,” ucapnya.

Namun, dengan pengawalan tim dari Kejaksaan Agung, pelaku usaha tidak lagi khawatir karena seluruh proses diawasi dan dengan seksama dan dikawal dengan baik sehingga pengambilan keputusan oleh manajemen dapat segera dilaksanakan tanpa adanya keragu-raguan.

Dirinya menyebut, realisasi investasi AP I melonjak drastis sejak TP4 terjun mengawasi proyek infrastruktur.

Pada 2018, investasi perseroan mencapai Rp12 triliun pada 2018 dan ditargetkan tumbuh lagi hingga Rp17,5 triliun pada tahun ini.

“Jumlah itu jauh dari periode 2014-2017 yang rata-rata per tahun hanya Rp3,6 triliun,” paparnya.

Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta sendiri menelan biaya untuk pembebasan tanah dan proses konstruksi sekitar Rp 11 triliun dengan kontrak tahun jamak.

Berkualitas

Sementara itu, Kepala Pusat penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Dr. Mukri, SH.,MH mengatakan TP4 sangat membantu kelancaran pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta hingga akhirnya infrastruktur tersebut bisa selesai lebih cepat dari yang diharapkan.

Kapuspenkum mengatakan dari target pengerjaan 24 bulan, bandara yang terletak di Kulonprogo itu bisa rampung hanya dalam 17 bulan. “Jadi ini bukan hanya soal cepat. Kualitas konstruksi juga diawasi dengan ketat,” ujarnya. Sedianya, tidak hanya Bandara Internasional Yogyakarta yang terbantu oleh hadirnya TP4.

“Proyek-proyek lain yang dikelola AP I seperti pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar juga berjalan dengan lebih baik karena pengawasannyang dilakukannTP4. Pembangunan terminal di Bandara Ahmad Yani Semarang juga bisa selesai dalam 11 bulan, padahal targetnya18 bulan,” terangnya.** (pd/son)

Sumber: Kejaksaan.go.id

Editor   : Rully

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close