Pantastis, Kejagung Eksekusi Uang Korupsi Kokos Jiang Sebesar Rp 477 Miliar Lebih

POROSTVNEWS | JAKARTA – Pantastis, Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) melakukan eksekusi barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 477.359.539.000,- (empat ratus tujuh puluh tujuh milyar tiga ratus lima puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh sembilan rupiah) dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana KOKOS JIANG alias KOKOS LEO LIM selaku Direktur Utama PT TANSRI MADJID ENERGI (PT. TME).

Eksekusi uang pengganti tersebut berdasarkan  berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor :3318K/Pid.Sus/2019 tanggal  17 Oktober 2019.Tterpidana korupsi Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim yang merugikan negara sebesar Rp. 477.359.539.000477 miliar dalam kasus proyek PT PLN Batubara.

Loading...

Uang pengganti sebesar Rp 477.359.539.000477  miliar itu merupakan pidana tambahan yang mesti dibayar Kokos. Hal itu berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 3318K/B/sus tahun 2019, tertanggal 17 Oktober 2019, papar Jaksa Agung ST Burhanuddin saat konferensi Pers di Ruang Sasana Pradana, Gedung Kejaksaan Agung pada Jumat, 15 November 2019 pukul 13.30 WIB.

Burhanuddin mengatakan, uang pengganti tersebut telah disetor ke kas negara oleh jaksa eksekutor melalui sistem informasi PNBP online dengan kode billing 820191113923508.

“Hari ini adalah eksekusi barang bukti dengan nilai Rp 477.359.539.000. Yang ada di sini Rp 100 miliar, artinya kalau ditumpuk, kita tidak akan kelihatan yang ada di sini,” Sanitiar (ST) Burhanuddin seraya mengatakan bahwa, nominal uang tersebut sesuai putusan Mahkamah Agung nomor 3318 K/Pid.Sus/2019 tanggal 17 Oktober 2019.

Kokos divonis 4 tahun penjara, denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan, serta pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 477,359, 539.000 miliar.

Burhanuddin mengatakan bahwa uang tersebut sudah diserahkan ke kas negara.

“Uang pengganti tersebut telah disetor ke kas negara oleh jaksa eksekutor melalui Sistem Informasi PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Online atau Simponi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,”  terang Burhanuddin.

Sebelumnya, Kokos Leo Lim berhasil diringkus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dengan bantuan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Dia ditangkap ketika melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Bina Waluya, Jakarta Timur, Senin 11 November 2019.

Kokos Jiang merupakan Direktur Utama PT Tansri Madjid Energi (PT TME), dan kuasa dari Andi Ferdian sebagai Direktur PT TME. Setelah meneken MoU, PT TME tidak melakukan kajian teknis dan justru melakukan pengikatan kerja sama jual beli batubara yang masih berupa cadangan.

Kokos dijatuhi hukuman pidana empat tahun penjara oleh Mahkamah Agung. Selain uang pengganti, dia juga mendapatkan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.**

Sumber : Puspenkum Kejagung

Penulis  : Nasrul Rully

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close