Kisruh Lahan di Limbongan, DPRD Beltim Gelar RDPU dengan Dua “Kubu”

BELITUNG TIMUR | POROSTVNEWS.com – DPRD Belitung Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) berkenaan permasalahan lahan yang dikeluhkan Kelompok Tani di Desa Limbongan Kec. Gantung, Senin (13/1) pukul 14.30 WIB. RDPU dipimpin oleh Ketua DPRD Kab. Belitung Timur Fezzi Uktolseja, SE, MM di ruang rapat DPRD Beltim.

Mengawali rapat Fezzi menyampaikan bahwa RDPU yang digelar DPRD merupakan tindak lanjut surat permohonan dari Kelompok Tani “Jaya Tani”, untuk di fasilitasi dalam penyelesaian permasalahan lahan yang terjadi antara Kelompok Tani “Jaya Tani” dengan PT. Jabel Tri Bersaudara.

Usai membuka rapat, Fezzi mempersilahkan kelompok Tani “Jaya Tani” untuk menjelaskan permasalahan yang sedang dialami terkait lahan pertanian yang sedang mereka usahakan, selanjutnya satu persatu undangan yang hadir memberikan penjelasan dan masukan terhadap masalah yang dibahas.

Loading...

Ketua Kelompok Tani “Jaya Tani ” Bapak Sardin menjelaskan bahwa menurut informasi yang mereka dapatkan, telah terjadi tumpang tindih lahan , antara lahan pertanian yang diusahakan oleh Kelompok Tani “Jaya Tani” dengan permohonan izin usaha pertambangan PT. Jabel Tri Bersaudara yang berlokasi di Desa Limbongan Kecamatan Gantung. “ adapun maksud kami agar DPRD dapat memfasilitasi pertemuan antara PT. Jabel Tri Bersaudara dengan kami untuk mendapatkan solusi terbaik atas permasalahan ini”, ungkap Sardin.

Sardin melanjutkan, lahan yang disebutkan dikuasai atau di ajukan perizinannya oleh PT. Jabel Tri Bersaudara belum pernah disosialisasikan kepada masyarakat baik oleh Perusahaan sendiri atau Pihak Pemerintah Desa sehingga kami merasa di diskriminasikan dan prosesnya tidak transparan.

Kepala Desa Limbongan Japari membenarkan bahwa Pemrintah Desa Limbongan pernah membuatkan rekomendasi untuk pengajuan IUP PT. Jabel Tri Bersaudara, dasar pemberian rekomendasi tersebut karena memang PT tersebut sudah melaksanakan mekanisme yang harus dilalui dalam pengajuan IUP dengan luas pengajuan IUP kurang lebih 192 Ha.

Selanjutnya Japari membantah telah melakukan dikriminasi terhadap warganya, ia menyesalkan terjadinya tumpang tindih lahan ini, dari awal, kelompok tani ”Jaya Tani “ belum pernah menyampaikan surat atau pemberitahuan lisan terlebih dahulu kepada pemerintah Desa Limbongan terkait pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. “Untuk itu saya sampaikan kepada semuanya, ikutilah prosedur yang berlaku tentang pembukaan lahan dan sebagainya” tegas Japari

Japari melanjutkan bahwa dirinya hanya melanjutkan proses dan berdasarkan arsip yang ada di Desa, PT. Jabel Tri Bersaudara sudah pernah melaksanakan sosialisasi pada tahun 2014 serta proses lainnya untuk pengajuan IUP sesuai mekanisme yang ada. “Selanjutnya saya mengajak DPRD serta pihak terkait untuk bersama turun kelapangan melihat yang terjadi sehingga tidak ada dusta diantara kita” ungkap Japari.

Turut hadir dalam rapat diantaranya Wakil Pimpinan DPRD Rohalba, S.Pt, Ketua Komisi II Sardidi, SE, Anggota DPRD Komisi II yaitu Dwi Nanda Putra, Ismansyah, S.IP, Tjong Jung Min, Mirza Saputra dan Tom Haryono Harun, Kadin DPMPTSP Beltim Drs. Liatim, Kadin Pertanian dan Pangan Beltim Drs. Hamali, Camat Gantung Yusmawandi, Ketua BPD Limbongan Rifani, Perwakilan Kelompok Tani “Jaya Tani” dan Undangan Lainnya.

RDPU berlangsung selama kurang lebuh 2 jam dan diakhir rapat Ketua DPRD Belitung Timur menyimpulkan atas rapat yang berlangsung bahwa RDPU kali ini diselenggarakan untuk mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya dan tindak lanjut berikutnya adalah segera mungkin DPRD akan meninjau langsung ke lokasi untuk melihat langsung, lalu DPRD akan berkoordinasi dengan pihak yang berwenang untuk memperjelas status lahan tersebut, selanjutnya DPRD menghimbau kepada pihak terkait, selama proses surat menyurat atau perizinan belum jelas agar tidak melakukan pembukaan lahan dan jika suda ada perizinan, agar dapat dikoordinasikan kepada pihak pemerintah setempat.**

Sumber:  Humas DPRD Beltim

Editor   :  Nasrul Rully

Loading...
Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close