Ancaman Corona, Pastikan Stok Pangan Mencukupi

JAKARTA. Guru Besar dan Kepala Pusat Bioteknologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa memperkirakan, wabah virus corona di Indonesia akan mencapai puncaknya pada bulan April-Mei 2020 mendatang dan setelah itu barulah jumlah kasus akan menurun.

“Fase pemulihan hingga wabah virus corona benar-benar berhenti, diperkirakan lebih dari enam bulan setelah puncak, atau sekitar bulan Oktober-November 2020. Saat itu, pelan-pelan persoalan pangan terkait wabah virus corona akan mengalami perbaikan,” ujar Dwi dilansir Kontan.co.id, akhir bulan lalu.

Dwi mengatakan pemerintah harus memastikan stok pangan mencukupi paling tidak sampai dengan bulan Oktober-November 2020. Di sisi lain, kata Dwi, stok beras akan menghadapi situasi yang cukup menyulitkan pada bulan Desember.

Pasalnya, di bulan ini biasanya stok beras mulai berkurang dikarenakan petani baru mulai menanam padi lagi. Maka dari itu, Dwi mengimbau khusus untuk stok beras harus dipastikan aman sampai dengan bulan Februari tahun 2021.

Kemudian, dikarenakan pada masa ini salah satu dampak yang terkena imbas adalah produk-produk hewani, Dwi mengatakan harus ada strategi untuk mengatasi hal ini. Contohnya seperti mengganti sumber protein dari daging sapi ke sumber lainnya.

“Kalau untuk daging sapi akan mengalami hambatan, sudah tentu harganya akan meningkat. Nah sekarang tinggal masyarakatnya, apakah sumber protein yang sementara ini daging sapi bisa dialihkan ke sumber yang lain,” paparnya.

Lebih lanjut, Dwi memastikan ada dua produk pangan utama yang stoknya aman sampai dengan bulan Oktober 2020 mendatang, yaitu gandum dan beras. Gandum dipastikan aman karena produk ini dijual dalam bentuk produk olahan, baik dalam bentuk tepung atau produk olahan lain seperti roti.

“Komponen raw material terhadap produk olahan itu kecil, dalam arti dari segi harga itu kecil cost-nya,” kata Dwi.

Selain itu, kata Dwi, ada beberapa komoditas pangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Komoditas ini adalah daging, kedelai, jagung, gula, bawang putih, dan bawang bombai.

Namun demikian, untuk komoditas bawang bombai dan bawang putih, Dwi memperkirakan harga dan stoknya akan segera pulih apabila pasar ekspor di China juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan.*

Sumber : kontan.co.id

Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close