Kajari Beltim: Penyidik Segera Tuntaskan Berkas Perkara Dugaan Mark-Up BBM di Pemkab Belitung Timur

BELITUNG TIMUR – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur, terus  berjibaku menuntaskan berkas perkara kasus dugaan mark- Up pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Betapa tidak, meskipun dalam situasi mewabahnya virus corona saat ini, namun tidak menghambat kinerja penyidik dalam melengkapi berkas perkara agar segera tuntas.

“Benar, saat ini tim penyidik terus berjibaku melengkapi berkas perkara dugaan mark-up bahan bakar minyak dilingkungan Pemkab Belitung Timur. Hampir setiap hari, penyidik meminta keterangan terhadap sejumlah saksi meskipun suasana kurang memungkinkan lantaran mewabahnya virus corona,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Timur Abdur Kadir, SH., MH kepada Porostvnews.com di ruangan kerjanya belum lama ini.

Dikatakannya, selain memeriksa dan meminta keterangan sejumlah saksi yang terkait masalah dugaan mark-up BBM tersebut, pihaknya saat ini juga  sedang intensif berkoordinasi dengan sejumlah ahli  hukum pidana dari sejumlah perguruan tinggi baik dari UBB maupun dari Universitas Indonesia (UI).

Sementara untuk  menghitung nilai nominal kerugian Negara yang ditimbulkan akibat dugaan mark-up harga BBM tersebut, pihaknya juga meminta Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk perhitungan kerugian negara. Dari tahun 2012 hingga 2019, beber Abdur Kadir.

“Temuan BPK tahun 2019 lalu itu, kan , baru dalam bentuk temuan tetapi belum ada nilai nominalnya. Nah, sekarang baru kita minta nilai kerugiannya secara ril. Jika hasilnya sudah ada, barulah penyidik akan melakukan langkah selanjutnya, termasuk menetapkan tersangkanya,” papar Abdur Kadir.

Ketika disinggung terkait siapa-siapa saja yang diperiksa sekaligus dimintai keterangan sebagai saksi? Kajari dengan gamblang mengatakan diantaranya, sejumlah kepala dinas terkait, sekretaris daerah maupun sekretaris dewan.

Sebenarnya kata Abdur Kadir, pihaknya segera melakukan ekspos setelah instrument hasil perhitungan kerugian Negara dari BPK. Hanya saja, kita sangat memahami karena situasi saat ini yang kurang memungkinkan. Nanti, akan cari waktu yang tepat, ujarnya.

Pada prinsipnya kata kajari, penyidik akan segera menuntaskan kasus dugaan mark-up harga BBM dilingkungan Pemkab Belitung Timur ini.

“Setelah semua proses pemeriksaan saksi-saksi lengkap termasuk hasil perhitungan kerugian Negara dari BPK sudah ada maupun pendapat ahli, penyidik akan segera menetapkan tersangkanya. Setelah itu berkas perkaranya akan dilimpahkan ke Penuntut Umum,” tandas Abdur Kadir seraya meminta masyarakat agar bersabar menunggu proses pengungkapan kasus dugaan mark-up harga BBM tersebut. **

Nasrul Rully     

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close