Penuhi Panggilan Penyidik, Wabup Beltim Dicecar 22 Pertanyaan selama 4 jam

Abdur Kadir, SH., MH : 48 orang sudah diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan Markup harga BBM di Pemkab Belitung Timur.

MANGGAR, BELITUNG TIMUR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur dibawah komando Abdur Kadir, SH., MH segera menuntaskan berkas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mark-up pembelian harga Bahan bakar Minyak (BBM)  dilingkungan Pemkab Beltim  yang tejadi sejak tahun 2012 hingga 2018 lalu.

Buktinya,sejak status hukum dinaikkan ketingkat penyidikan sejak 18 Februari 2020 lalu, tim penyidik yang diketuai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Andi Saputra Sitepu, SH sudah memanggil 48 orang yang diperiksa sekaligus dimintai keterangkan sebagai saksi.

Saksi ke 48 yang dimintai keterangan oleh penyidik pada hari, Rabu (6 Mei 2020) adalah Wakil Bupati Belitung Timur, Drs.Burhanudin. Burhanudin yang biasa disapa Aan tersebut hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 Wib.

Begitu sampai di gedung Kejari Belitung Timur, Aan langsung menuju ruangan kasi Pidsus untuk menjalani proses untuk dimintai keterangan terkait perkara yang sedang ditangani oleh Kejari Beltim saat ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Abdur Kadir, SH., MH membenarkan, orang ke 48 yang dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalah Wakil Bupati Beltim, Burhanudin.

“Benar, hari ini, Rabu 6 Mei 2020, penyidik memanggil wakil bupati Beltim untuk dimintai keterangan,” aku Abdur Kadir.

Kajari yang didampingi Kasi Pidsus Andi Saputra Sitepu, SH kepada Porostvnews.com mengatakan, Aan diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Pada pemeriksaan kali ini, Aan disodorkan 22 pertanyaan oleh penyidik seputar dugaan mark-up harga BBM pembelian  BBM yang terjadi di lingkungan Pemkab Belitung Timur.

Aan berada di ruangan penyidik hampir selama 4 jam dalam menjawab 22 pertanyaan yang disodorkan penyidik untuk memperdalam materi perkara yang sedang ditangani kejari Beltim. Dan, Aan baru keluar dari ruangan kasi pidsus sekitar pukul 14.00 Wib.

Ketika ditanya apakah setelah orang ke 48 yang diperiksa akan ada lagi petinggi Pemkab Beltim yang akan dimintai keterangan? Sudah pasti, masih ada beberapa orang lagi yang dianggap mengetahui persoalan ini kata Abdur Kadir.

Kemudian Porotvnews.com kembali menanyakan apakah sejumlah saksi yang dimintai keterangan berkemungkinan bisa jadi tersangka? Bisa saja. Itu semua tergantung dari hasil pemeriksaan penyidik. Namun demikian untuk menetapkan sesorang jadi tersangka tentunya sudah melalui prosedural, tandas kajari.

Sementara Aan ketika dihubungi melalui pesan whatsApp nya guna mengkonfirmasi terkait kehadirannya di kejari Beltim untuk memberikan keterangan justru tidak dijawab meskipun pesan yang dikirim porostvnews.com itu dibacanya.**

Penulis : Nasrul Rully   

 

Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close