Jaksa Eksekutor Kejari Belitung Eksekusi Terpidana Eviyani ke Lapas Cerucuk

Yuli Redha: Sebelum Digiring ke Lapas Terlebih Dahulu Eviyani Dilakukan Rapid Test Covid 19 di Mapolres Belitung. Hasilnya Non Reaktif

TANJUNGPANDAN, BELITUNG – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Belitung Yuli Redha Rosalin, SH akhirnya meng-eksekusi terpidana  Tindak Pidana Penggelapan dalam jabatan bernama Eviyani binti Saharudin (34 thn) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Cerucuk Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kamis (11/06/20).

Terpidana Eviyani di eksekusi oleh Jaksa Eksekutor Kejari Belitung lantaran kasus hukumnya sudah berkekuatan hukum tetap (incracht). Namun, sebelum digiring ke Lapas Cerucuk, terlebih dahulu terpidana Eviyani dilakukan Rapid Test  agar bisa menjalani hukuman di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungpandan.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Kejaksaan Negeri Belitung Yuli Redha Rosalin, SH selaku Jaksa Eksekutor, setiap terpidana yang akan dikirim ke Lembaga Pemasyarakat terlebih dahulu dilakukan rapid test Covid-19 sesuai dengan Surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-pk.01.01.01-679 tentang Penerimaan Tahanan yang telah Berkekuatan Hukum Tetap (Inkracht).

“Hasil pemeriksaan rapid test Eviyani Non Reaktiof Covid-19. Selanjutnya terpidana langsung di bawa ke Lapas Kls IIb, cerucuk, Tanjungpandan untuk menjalani hukuman,” papar Yuli Redha kepada Porostvnews.com.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Belitung, Ali Nurudin, SH., MH kepada Porostvnews.com  membenarkan terkait eksekusi terpidana Eviyani yang divonis majelis Hakim, Pengadilan Negeri, Tanjungpandan  selama 1(Satu) Tahun 9 (Sembilan bulan) penjara seminggu yang lalu. Vonis Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut Eviyani  2 (dua) tahun penjara.

“ Sebenarnya terpidana akan langsung digiring ke Lembaga Pemasyarakat usai Majelis Hkim Menjatuhkan Vonis. Namun, karena belum ada petunjuk dari Dirjen lapas maka terpidana ditip di rutan Polres Belitung,” papar Ali Nurudin seraya mengatakan begitu surat Dirjen Lapas turun maka pihaknya langsung melakukan eksekusi untuk dikirim ke lapas.

Untuk diketahui, Eviyani (34) dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan 1,9 tahun atau 21 bulan penjara pada 4 Juni 2020 lalu. Adapun sebagai ketua Majelis Hakim adalah Hj.Dwi Afanti, SH., MH dengan Hakim anggota, Rino Ardian Wigunadi,SH dan Adhika Bhatara Syahrial,SH. Pada  Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Yuli Redha Rosalin,SH.

Eviyani duduk dikursi pesakitan PN Tanjungpandan dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung dengan Pasal 372  atau 374 KUHP penggelapan dalam jabatan  yang mengakibatkan kerugian perusahaan sebesar Rp.75.077.260 pada waktu itu terpidana sebagai sales di PT Jelajah Wisata Khatulistiwa.**

Nasrul Rully

Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close