Rapid Test Reaktif, Tiga Pegawai Bank Diisolasi Dinkes Kab. Belitung Timur

Herlina: "Ketiga wanita itu pernah memiliki riwayat perjalanan ‘pulang kampung’ ke Palembang Sumatera Selatan"..

MANGGAR, BELITUNG TIMUR – Tiga orang wanita asal Palembang berinisial, V (24), NA (19), dan PD (25) menjadi penghuni perdana tempat karantina khusus wanita di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Belitung Timur, Jum’at (12/6/20).

Ketiga wanita yang merupakan pegawai bank swasta di Kecamatan Manggar, Kelapa Kampit serta Gantung itu baru saja tiba ke Pulau Belitung dengan menggunakan kapal laut. Saat dilakukan rapid tes, Kamis (11/6/20) Kemarin ternyata ketiganya reaktif. Mereka pun ditetapkan menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kepala Seksi Surveilans Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Kabupaten Beltim Herlina mengungkapkan ketiga wanita itu pernah memiliki riwayat perjalanan ‘pulang kampung’ ke Palembang Sumatera Selatan.

“Mereka tiba ke Belitungnya pada 1 Juni 2020 lalu dengan menggunakan kapal. Saat hendak membuka gelang orange, mereka kami rapid tes, hasilnya reaktif,” ungkap Herlina kepada Diskominfo Beltim.

Herlina menekanan sejak kedatangan hingga Kamis (11/6/20) lalu, ketiga wanita berstatus singgel tersebut sudah diminta untuk melakukan isolasi mandiri dan menghindari aktivitas di kantor selama 14 hari. Sayangnya himbauan tidak ditaati, ketiga wanita tersebut diketahui sempat melakukan pelayanan administrasi keuangan di kantornya.

“Makanya mereka bertiga kita isolasi di tempat karantina khusus selama 14 hari. Kita minta juga rekan-rekannya sekantor dan tempat mereka bekerja off dulu, sampai ada hasil tes swabnya nanti,” ujar Herlina.

Para pegawai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyiapkan tempat tidur untuk isolasi

Herlina menghimbau kepada seluruh masyarakat Beltim jika ada keluarga atau tetangga yang baru tiba dari luar daerah agar bisa mengingatkan dan menyarankan untuk segera melaporkan diri ke pos-pos yang ada di Kecamatan maupun kesehatan. Hal ini untuk mempermudah petugas kesehatan melakukan pemantauan.

“Soalnya kita tidak tahu di mana proses penularan terjadi. Kalau hanya mengandalkan surat keterangan rapid tes dari daerah asal itu hanya berlaku tiga hari, bisa saja nanti tertular saat diperjalanan,” kata Herlina.

Dinkes Siapkan Ruangan Khusus Karantina Wanita

Dua ruangan di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim disulap menjadi ruangan isolasi karantina khusus. Ruangan yang digunakan adalah ruang kerja Bidang Pengendalian Penduduk serta Bidang Keluarga Berencana dan Bidang Pelayanan Kesehatan.

Ruangan-ruangan ini diperuntukan bagi ruangan khusus karantina OTG dan ODP wanita dan tenaga kesehatan. Sedangkan Stadion Beltim dikhususkan untuk karantina OTG dan ODP pria.

Kepala DKPPKB Kabupaten Beltim Yulhaidir mengatakan adanya tempat isolasi baru itu untuk memudahkan pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat yang sedang dikarantina. Selain itu juga untuk menjamin keamanan OTD dan ODP yang dikarantina.

“Kan dak mungkin kita campur karantina pria dan wanita. Makanya stadion khusus pria, di sini untuk wanita,” kata Yulhaidir kepada Diskominfo Beltim, Jum’at (12/6/20).

Yulhaidir yang didampingi Koordinator Karantina Hutri, menekankan bahwa pelayanan di Kantor DKPPKB tidak akan terganggu meski dua terpakai untuk karantina. Bahkan ia menjamin orang yang sedang dikarantina tidak akan bisa berinterakasi dengan pegawai DKPPKB.

“Jadi ada ruangan lain juga yang kita alihkan untuk tempat bekerja, selain itu beberapa pegawai kita ada yang sedang diisolasi serta menjalani WFH. Semuanya sudah kita atur, keamanan dan protocol kesehatan tetap kita jalankan,” ujar Yulhaidir.

Selain di Kantor DKPPKB, Puskesmas Dendang juga dijadikan tempat isolasi khusus untuk para pegawai Puskesmas Dendang. Setidaknya ada 10 orang pegawai Puskesmas saat ini tengah menjalani isolasi. 10 pegawai tersebut sebelumnya dinyatakan reaktif saat rapid tes.

“Untuk pelayanan kesehatan kita alihkan ke Puskesmas Simpang Pesak. Namun pelayanan tindakan UGD Puskesmas Dendang tetap berjalan, kawan-kawan yang non reaktif jadi relawan untuk membantu mereka standbye di rumah dinas,” ujar Yulhaidir.

Saat ini setidaknya ada 18 orang yang di karantina di berbagai tempat di Kabupaten Beltim, seperti di Stadion, DKPPKB, Puskesmas Dendang, serta di depan Kantor Camat Dendang.** @2!/Trully Wiwi

Sumber: Siskominfo Beltim

 

Tandai
Menampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close