Layanan ‘Spektakuler’ Kejari Beltim Menuju Zona Integritas WBBM

Abdur Kadir: "Terus Bergerak dan Berkarya, Siap Melayani Sepenuh Hati"

BELITUNG TIMUR | POROSTVNEWS.Com –Setelah berhasil meraih predikat Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kemnpan RB yang diterima 10 Desember 2019 lalu, Kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur  bertekad meraih predikat Wilayah Birokrasi  Bersih Melayani atau WBBM .

Betapa tidak,sejumlah program peningkatan pelayanan publik pun kembali di luncurkan. Ini dibuktikan dengan paparan melalui vidcon kepada  tim penguji internal WBBM dari bagian Pengawasan dan Kabag Reformasi Birokrasi Kejaksaan Agung RI beberapa waktu lalu ke Kejari Belitung Timur.

Kajari Belitung Timur  Abdur Kadir,SH., MH  didampingi para kasi nya memimpin secara langsung paparan melalui video coference kepada tim penguji internal dari Kejagung .

“Terus Bergerak dan Berkarya”. Moto Hari  Bhakti Adhyaksa  ke 60 tahun 2020 yang jatuh pada 22 Juli mendatang menjadi motivasi utama Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur  Abdur Kadir, SH., MH dalam meningkatkan pelayanan prima terhadap publik  di wilayah kerjanya.

Berbagai  inovasi perubahan mendasar pun telah dilakukan sejak dirinya memimpin kejari Belitung Timur  28 Oktober 2019 lalu. Mulai dari sistem kinerja jajarannya sampai kepada pola menejerial pelayanan publik  terus dibenahi. Alhasil, pelan tapi pasti, perubahan layanan publik tersebut sangat dirasakan masyarakat Belitung Timur.

Menjelang  peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 60 yang jatuh pada tanggal 22 Juli 2020 mendatang, kepada redaksi Porostvnews.com , Abdur Kadir, SH., MH mengemukakan berbagai inovasi terkait pelayanan publik terus dilakukan dengan sepenuh hati.

“Dengan prinsip Siap Melayani Sepenuh Hati  menjadi tolak ukur jajarannya  dalam memberikan kepuasan layanan publik yang disuguhkan,” papar Abdur Kadir.

Dipaparkannya, sejumlah program pelayanan terpadu Satu Pintu (PTSP)  telah digulirkan. Mulai dari program bidang Tindak Pidana Umum, “Si Cantik Berbakti” (Siap Cepat Antar Tilang ke Rumah Bersama Barang Bukti).

Sedangkan program bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) adalah “Pelakor Bijak” ( Pelapor Korupsi Beridentitas Terjaga Akurat).  Program ini merupakan peran masyarakat yang melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi sementara identitas pelapor terjaga akurat.

Ada juga program “Laskar Pelangi” ( Lapor  Jaksa Jika Suami Resmi Pergi Lalu Kawin Lagi). Program ini merupakan program bidang Perdata dan tata Usaha Negara (Datun). Masih di bidang Datun, Program Jaksa ( Jadikan Kami Sahabat)  ini merupakan program Lukum, Yankum. Program jaga Desa,Program Jaksa Menyapa, Program jaksa di Gakumdu, Bawaslu Beltim, Program Jaksa Pengacara Negara di di KPU Beltim,BUMN, BUMD serta Pemda dan DPRD Beltim.

Untuk Bidang Intelejen program “Ada Mie Jawa” ( Anda bertanya Kami menjawab).Dan Bidang pembinaan  program Melodi ( Melayani Efektif Low Profile Dedikasi Informatif).

Diejelaskan Abdur kadir, enam program  yang sudah digulirkan tersebut sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Bahkan salah satu kasus dugaan korupsi Markup BBM yang ditangani saat ini berasal dari program Pelakor Bijak.

Selain program inovasi yang tengah berjalan kata kajari, saat ini pihaknya juga sudah meluncurkan sejumlah program baru di bidang Pidum yakni, Drive Thru, Perpustakaan terkait perkara yang sudah diputus .Perpustakaan  bidang pidum ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa dalam menjalankan studinya ketika melakukan riset di Kejari Beltim.

Program  Laskar Pelangi Pidum  (Siap  cepat Jemput dan antar pulang saksi) perkara tindak pidana umum.Artinya, para saksi dalam perkara pidum akan dijemput maupun diantar kerumah masing-masing setelah memberikan keterangan saksi di pengadilan.

Sedangkan di Bidang Intelejen yakni Program Satam (Sistematis Mandiri Intelektual dan Akuntabel) Kejari Beltim . Program ini adalah satu program Jaga Desa. Dimana kita sudah membentuk group WA dan anggotanya para kepala desa dengan dinas terkait . Tujuannya adalah menghimpun data menyangkut jumlah penduduk dan dana desa yang dikucurkan serta yang di alokasikan maupun peta ekonomi, pertanian dan nelayan serta pariwisata. Kemudian akan membuat buku panduan jaga desa dan membuat aplikasi jaga desa.

Dikatakan Abdur kadir, pihaknya terus  melakukan evaluasi hasil kerja para kasi menyangkut program yang sudah digulirkan dan selanjutnya program jaksa masuk kampus dengan materi penguatan pencegahan korupsi juga sudah mulai dilakukan karena mahasiswa adalah intelektual muda yang perlu diberikan wawasan pemahaman dampak dari perbuatan tipikor, ujar Abdur Kadir.* (Rully)

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close