Perkara Dugaan Korupsi APBDes Selat Nasik Naik Tahap Penyidikan

Jelang HBA ke 60, Kejari Belitung TERUS BERGERAK DAN BERKARYA Selamatkan Uang Negara

BELITUNG | POROSTVNEWS.COM “TERUS BERGERAK DAN BERKARYA” . Moto Hari Bhakti Adhyaksa ke 60 tahun 2020 ini benar-benar dibuktikan Institusi Kejaksaan Agung Republik Indonesia  dan jajarannya.

Betapa tidak, dua hari menjelang peringatan HBA ke 60 yang jatuh pada, Rabu (22/07/2020, Kejaksaan Negeri Belitung  kembali mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) diwilayah hukumnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung ) Ali Nurudin, SH., MH,ketika ditemui pemimpin redaksi Porostvnews.com diruang  kerjanya, Senin (20/07/2020)  membenarkan  pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana APBDes  Selat Nasik, Kecamatan  Selat Nasik, kab. Belitung tahun anggaran 2019.

“Benar, tim penyidik Kejari Belitung dari Pidsus  sudah meningkatkan status hukumnya  dari penyelidikan ke tahap penyidikkan,” tegas Ali Nurudin yang didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus ( Kasis Pidsus) Kejari Belitung, Heru Aprianto, SH.

Dijpaparkan Ali Nurudin, perkara dugaan tidak pidana korupsi  dana APBDes  Selat Nasik tahun 2019  dalam hal ini bidang tindak pidana khusus kejari Belitung telah melakukan penyelidikan di akhir Maret 2020 lalu. Dan, saat ini  proses penyelidikan sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Peningkatan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan perkara tindak pidana korupsi APBDesa Selat Nasik tersebut terkait perkara  penyimpangan dana keuangan desa yang  diduga dilakukan aparatur  perangkat desa kurang lebih sebesar  Rp 318 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi mereka,” ujar Ali Nurudin.

Untuk memastikan  secara riil jumlah kerugian Negara terkait dugaan penyimpangan APBDes Selat Nasik tersebut pihaknya akan bekerjasama dengan APIP ( Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah Kab.Belitung atau Inspektorat.

Ketika disinggung soal tersangka, Ali Nurudin menegaskan,  setelah status hukumnya naik ketahap penyidikan maka tim penyidik akan melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mencari dua alat bukti.

“ Saat ini proses penyidikan masih bersifat umum. Tim penyidik akan memulai pemeriksaan secara intesif untuk mencari dua alat bukti.Setelah didapatkan dua alat bukti barulah penyidik akan menetap tersangkanya,” ujar Ali Nurudin seraya mengatakan, meskipun penyidik sudah mengantongi nama-nama calon tersangkanya namun saat ini belum  bisa disampaikan.Sabar  ya, nanti juga akan diberitahu setelah ditemukan dua alat bukti.

Kajari sangat memberikan apresiasi  terhadap tim bidang Tindak Pidana Khusus yang dimotori Heru Aprianto  ,SH selaku kasi Pidsus yang telah bekerja cepat dalam melakukan penyelidikan sejak akhir Maret lalu dan 1 Juli 2020 sudah dinaikan ke tahap penyidikan.Artinya, hanya dalam tempo dua bulan proses penyelidikan berhasil dituntaskan dan ditingkatkan ketahap penyidikan.

Masih Tahap Penyelidikan

Masih menurut Ali Nurudin, saat ini pihaknya  juga tengah melakukan penyelidik sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi di sejumlah desa.

“Setelah Full data dan full baket  pasti akan ditingkatkan status hukumnya ketahap  penyidikan. Sabar, selesaikan dulu Selat Nasik nanti baru yang lain,” tandas  Ali Nurudin.**

  Nasrul Rully

 

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close