Penyidik Kejari Belitung Tetapkan MS Tersangka Dugaan Korupsi APBDes Selat Nasik

Ali Nurudin, S.H., M.H: “ Saat Ini Baru Satu Tersangka, Nanti Bisa Saja Bertambah”

BELITUNG | POROSTVNEWS.COM – Penyidikan perkara dugaanTindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait penggunaan dana APBDesa Selat Nasik, kecamatan Selat Nasik, kab. Belitung oleh Kejaksaan Negeri Belitung memasuki  babak baru.

Betapa tidak, usai menggelar ekspos perkara pada, Kamis (10/09/20) status hukum perkara dugaan tindak pidana korupsi pengunaan dana APBDes Selat  tahun anggaran 2019 yang semula berada di penyidikan umum ditingkatkan ke pidana khusus.

Suana Ekspos Gelar perkara

Dalam Ekspos perkara dugaan Tipikor yang dipimpin langsung Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Belitung, Heru Aprianto, SH yang dihadiri Kajari Ali Nurudin, S.H., M.H dan para kasi dan kasubag maupun jaksa tersebut telah menemukan tiga alat bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi keuangan Desa Selat Nasik tahun anggaran 2019 lalu.

Kajari Belitung Ali Nurudin,S.H., M.H yang didampingi Kasi Pidsus, Heru Aprianto, S.H ketika ditemui Porostvnews.com diruangan kerjanya, Kamis sore (10/09/20)  mengatakan, dengan ditemukannya tiga alat bukti dimana dalam Kitab UU Hukum Acara Pidana sekurang kurangnya ditemukan  dua alat bukti maka penyidik menyimpulkan telah terjadi tindak pidana korupsi  yang mengakibatkan kerugian Negara sejumlah sebesar Rp 317,537,065,00 ( Tiga Ratus Tujuh Belas Juta, Lima Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Enam Puluh Lima Rupiah).

Atas temuan tersebut, Penyidik akhirnya mentapkan Kaur Keuangan merangkap bendahara Desa Selat Nasik berinisial MS (31 thn) sebagai terangka. Hanya saja kata kajari, tersangka sudah pernah mengembalikan uang sebesar Rp 60.000.000 (Enam Puluh Juta Rupiah) ke rekening Desa Selat Nasik. Dan, hingga saat ini uang yang harus dipertanggungjawabkan oleh tersangka MS sebesar Rp 257,537,065.00.

“Benar, penyidik telah menetapkan MS sebagai tersangka dan SPDPnya sudah saya tandatangani ,” terang Ali Nurudin seraya menjelaskan dimana yang bersangkutan selama melaksqanakan tugas sebagai Kaur Keuangan merangkap bendahara Desa telah secara sengaja menggunakan uang desa untuk tujuan pribadi.

Terungkapnya kasus dugaan tindak pidana korupsi dana APBDesa Selat Nasik berawal dari pengaduan masyarakat pada saat berakhirnya masa bhakti kepala desa beberapa bulan lalu. Setelah dilakukan penyelidikan oleh seksi intelejen Kejari Belitung akhirnya ditemukan adanya saldo tidak sesuai dengan laporan pembukuan keuangan desa.

Dikatakan Ali Nurudin, setelah berkasnya full data dan full baket oleh bidang intelejen, kermudian berkas  perkara tersebut  dilimpahkan ke bidang tindak pidana korupsi (Pidsus) untuk dilakukan penyelidikan secara mendalam. Bertepatan dua hari menjelang Hari Bhakti Adhyaksa ke 60 tepatnya tanggal 20 Juli 2020 lalu status hukum perkara tersebut ditingkatkan atatusnya ketingkat penyidikan.

“Sebenarnya hasil penyidikan untuk menentukan  tersangka sudah akan ditetapkan akhir Juli 2020 lalu. Tetapi untuk menjaga stabilitas wilayah terkait akan diadakan pilkades serentak di kab. Belitung yang akan digelar 30 Agustus 2020 lalu maka penetapan tersangka ditunda beberapa saat.Namun, setelah adanya pemberitahuan pengunduran pilkades maka baru sekarang penyidik menetapkan tersangka terhadap perkara tersebut,” tukas Ali Nurudin.

Bisa Bertambah

Ketika disinggung soal penetapan tersangka hanya satu orang, Ali Nurudin mengatakan, untuk saat ini hanya baru satu tersangka tetapi tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. “ Penyidik akan terus mengembangkan pemeriksan setelah  tersangka MS diperiksa sebagai tersangka,” tukas Ali Nurudin.

Dipaparkannya, tersangka dijerat pasal Pasal 2 dan Pasal 3 serta Pasal 8 UU No 31 tahun Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001.**

Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close