Perkara PT.PAN Korporasi Reklamasi Ilegal Segera ke Persidangan

Ali Nurudin,SH.,MH: Berkas PT.PAN Korporasi Perusak Lingkungan Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

 BELITUNG | POROSTVNEWS.COM – Kurang dari dua pekan lagi, General Manager PT PAN berinisial BA (58) akan mewakili korporasi  di meja persidangan  Pengadilan Negeri Belitung.

Kepastian persidangan PT PAN  tersebut  setelah berkas perkara tersangka korporasi kasus reklamasi ilegal (tanpa izin) di wilayah Tanjungpandan Belitung, Prov Babel itu dinyatakan lengkap oleh Jaksa pada Jampidum Kejaksaan  Republik Indonesia dan selanjutnya di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung Senin (14/9/2020). Artinya, Berkas perkara  PT PAN akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Belitung untuk disidangkan.

Pelimpahan berkas perkara berikut tersangka dan barang bukti dipimpin langsung oleh Jaksa yang ditunjuk Jampidum Kejagung RI,  Edi Sadikin, S.H., M.H  dan Bambang Subianto, S.H., MH serta penyidik FIrdaus Alim Damapoli selaku Kasubdit Penyidik Kerusakan Lingkungan, kebakaran hutan dan lahan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dirjen Gakkum.

“Selambat lambatnya 14 hari kedepan, berkas perkara tersangka korporasi kasus reklamasi ilegal yang telah merusak lingkungan di Kelurahan Tanjung Pendam itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Belitung untuk disidangkan,” ujar Kejari Belitung Ali Nurudin,S.H., MH diruangan kerjanya  usai menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik KLHK maupun Jaksa dari Jampidum Kejaksaan Agung RI.

Dikatakannya, karena proses tahap satunya berada di Jampidum Kejaksaan Agung RI. Karena sudah P21, sesuai objek perkaranya ada di Belitung maka diserahkan ke Kejari Belitung dimana locus dilicti pidananya terjadi.

Ketika disinggung terkait penentuan Jaksa Penuntut Umum (JPU),Ali Nurudin mengatakan, tim JPU yang akan bersidang terdiri  dua jaksa dari Jampidum Kejagung RI dan dua lagi dari Kejari Belitung.

Disilain, Firdaus Alim Damapoli selaku Kasubdit Penyidik Kerusakan Lingkungan, kebakaran hutan dan lahan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dirjen Gakkum ketika ditanya terkait tidak ditahannya tersangka mengatakan, karena kasusnya korporasi maka tersangkanya tidak ditahan kecuali kalau tersangkanya perorangan., ujarnya.

Posisi Kasus:

Firdaus Alim Damapoli memaparkan, terkuaknya kasus korporasi reklamasi ilegal (tanpa izin) yang telah merusak lingkungan di Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupateng Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Kasus ini mulai dilakukan penyelidikan dan penyidikan sejak tahun 2019 lalu.

“Reklamasi tanpa izin itu selain merusak lingkungan, menyebabkan banjir, serta menutup akses masyarakat, juga melanggar tata ruang dan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. KLHK melakukan penyelidikan bersama dengan Kementerian Kelautan danj Perikanan, Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, dan Bareskrim Polri,” kata Firdaus Alim Damapoli seraya mengatakan, lokasi sudah diberikan tanda segel dari tiga Kementerian tahun lalu.

Para Penyidik KLHK sudah mengumpulkan keterangan dan bahan, olah tempat kejadian, memeriksa dokumen dan saksi termasuk meminta keterangan saksi ahli. Para saksi yang sudah memberikan keterangan antara lain pemilik hotel di sekitar Pantai Desa Air Saga, staf Kabupaten Belitung (Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Kantor Pertanahan), staf kedinasan Provinsi Bangka Belitung (Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan), warga Desa Air Saga, pakar hukum pidana, dan ahli ekologi hutan mangrove, tambah Firdaus.

Bahwa PT PAN disangkakan melanggar Pasal 98, Pasal 109, Jo. Pasal 116 Huruf a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. Kasus yang akan disidangkan ini kasus korporasinya, untuk pelaku perorangannya sedang kami dalami. Kami juga akan mengembangkan penyidikan pidana berlapis terhadap kasus perusakan lingkungan di Tanjung Pendam ini, papar Firdaus.

Berkaitan dengan kasus perusakan lingkungan di Tanjung Pendam Belitung ini, Firadus menegaskan bahwa perusakan pesisir pantai termasuk perusakan mangrove ini merupakan kejahatan serius, pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Disamping merusak lingkungan, mereka juga merampas akses masyarakat ke pantai. Kami sedang mendalami keterlibatan pelaku-pelaku lainnya, kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk menerapkan pidana berlapis untuk kasus ini.

Ketika disinggung terkait kasus yang sama tetapi sifatnya peororangan? Saat ini Penyidik Gakkum KLHK juga sedang melakukan penyidikan tersangka perorangan atas nama Sdr. TI (49) yang beralamat di Jl. Air Serkuk, Desa Air Saga Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. TI diduga pihak yang melakukan kegiatan reklamasi tanpa izin di sepanjang pantai Desa Air Saga dan Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjung Pandan, Kebupaten Belitung. TI sempat ditahan Penyidik KLHK di Rutan BARESKRIM POLRI. Kami melihat bahwa disamping TI ada pihak-pihak lain yang terlibat terkait kegiatan perusakan lingkungan ini, kami terus dalami hal ini tandas Firdaus Alim Damapoli

Dari informasi yang kami dapatkan bahwa TI diduga juga melakukan perusakan lingkungan ditempat lainnya. Tim penyidik kami sedang mendalami informasi keterlibatan kejahatan perusakan lingkungannya yang dilakukan oleh TI ini.

Sementara tersangka General Manager PT PAN berinisial BA (58) ketika diperiksa terlihat didampingi pengacaranya Ahmad Junaidi, S.H dari Kantor Hukum Junaidi & John**

Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close