Kejari Beltim Terima Pembayaran Uang Denda Terpidana Korupsi Sebesar 200 Juta

BELITUNG TIMUR – Setelah berkuatan hukum tetap (inkracht), keluarga terpidana Sony Prayogo, SE, melakukan pembayaran uang denda sebesar Rp 200.000.00.00 (Dua ratus juta rupiah) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur, Selasa (6/10/2020) kemarin.

Pembayaran uang denda tersebut sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) sesuai dengan Putusan Pengadilan Negeri Pangkal Pinang Nomor 18/Pid.Sus-TPK/2018/PN. Pgp tanggal 12 Maret 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Pembayaran uang denda atas nama terpidana Sony Prayogo, SE  langsung diserahkan oleh istri terpidana  bernama Sarwenda yang didampingi bapak mertuanya. Penyerahan uang denda tersebut diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Belitung Timur, Andi Sahputra Sitepu mewakili Kajari, dengan didampingi oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Belitung Timur Angga Insana Husri beserta staf Pidsus Wahyudi.

Kajari Belitung Timur, Abdur Kadir, S.H., M.H  didampingi Kasi Pidsus  Andi Sahputra Sitepu dan Kasi Intel Angga Insana Husri , Rabu (7/10/2020) membenarkan penyerahan uang denda dan diterima langsung oleh Kasis Pidsus. Dikatakannya, setelah uang tersebut diterima, selanjutnya dalam waktu 1×24 jam uang denda tersebut segera disetorkan oleh Bendahara Penerimaan ke Kas Negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Abdur Kadir menjelaskan, dengan pembayaran uang denda ini maka terpidana Sony Prayogo, SE telah memenuhi kewajibannya, dan oleh karena itu yang bersangkutan juga sudah bisa memperoleh hak-haknya sebagai terpidana, seperti untuk pengajuan asimilasi dan Pembebasan Bersyarat nantinya. Karena pembayaran ganti rugi dan denda dalam perkara tindak pidana korupsi merupakan kewajiban bagi terpidana, dan juga menjadi syarat untuk pengajuan hak-hak terpidana nantinya.

Untuk diketahui, terpidana Sony Prayoga, SE telah di vonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi melanggar Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang sebagaimana telah dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan oleh karena itu yang bersangkutan dihukum penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan.

Dengan pembayaran uang denda ini maka terpidana Sony Prayogo, SE telah memenuhi kewajibannya, dan oleh karena itu yang bersangkutan juga sudah bisa memperoleh hak-haknya sebagai terpidana, seperti untuk pengajuan asimilasi dan Pembebasan Bersyarat nantinya. Karena pembayaran ganti rugi dan denda dalam perkara tindak pidana korupsi merupakan kewajiban bagi terpidana, dan juga menjadi syarat untuk pengajuan hak-hak terpidana nantinya.**

Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close