Cegah Cyber Crime dan Bullying Upaya Preventif Kejari Beltim Melalui JMS

Abdur Kadir, S.H., MH: "Kenali Hukum dan Jauhi Hukuman" Program JMS Kejari Belitung Timur di SMAN 1 Manggar

BELITUNG TIMUR – Di era digital saat ini, Cyber Crime menjadi salah satu momok yang kerap menghantui para pelajar. Cyber crime atau kejahatan di dunia maya sendiri merupakan salah satu dampak negatif internet sebagai platform yang saat ini banyak di gunakan.Bahkan, akibat ulah jari jemari yang tidak terkontrol berdampak pelanggaran hukum dan berujung ke jeruji besi.

“Kenali jenis cyber crime atau jenis kejahatan yang sering ditemukan saat ini.” papar Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Angga Insan Husri, S.H., M.H dihadapan siswa SMA Negeri 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur dalam kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejari Belitung Timur, Rabu (14 /10/2020).

Angga Insan Husri bersama  Agus Syafitri, S.H ( Kassubagbin) Kejari Belitung Timur menjelaskan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 TentangPerubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

Selain menjelaskan tentang cyber crime  juga menjelaskan tentang cyber bulliying, yang banyak sekali terjadi di ruanglingkup sekolah.

Adapun jenis kejahatan cyber crime yang sering dan banyak sekali terjadi di lingkungan masyarakat adalah memalsukan akun facebook, phenomena ransomware WannaCry, Cyberterrorism (teroris internet),Cyberpornography termasuk pornografi anak, Cyber Harrasment (Pelecehan seksual melalui email, website atau chat programs),Cyber-stalking(Menjelek-jelekkan seseorang denganmenggunakan identitas seseorang yang telah dicuri sehingga menimbulkan kesan buruk terhadap orang), Hacking (Penggunaan programming abilities yang bertentangan dengan hukum).

Kasi Intel Angga juga  memberikan beberapa contoh kejahatan Cyber Bullying seperti melakukan Missed call berulang – ulang, Mengirimkan email /sms berisi hinaan/ ancaman,Menyebarkan gosip yang tidak menyenangkan lewat sms, email, komentar di jejaring sosial (Path, Facebook, twitter), Pencuri Identitas Online (membuat profile palsu kemudian melakukan aktivitas yang merusak nama baik seseorang),Berbagi gambar pribadi tanpa ijin, Menggugah informasi atau video pribadi tanpa ijin,Membuat blog berisi keburukan terhadap seseorang.

Kenali Hukum Jauhi Hukuman

Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Abdur Kadir, S.H., M.H mengetakan, kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS)  yang dilakukan jajarannya tidak hanya menolak cyber bullying, juga diisi dengan pengenalan aneka produk hukum.

Dikatakannya, selain penegakan hukum  juga melakukan fungsi preventif yakni mencegah terjadinya kejahatan. Salah satunya dengan melakukan penerangan hukum kepada siswa melalui Jaksa Masuk Sekolah.

“ Beberapa poin yang disampaikan pada JMS ini menyangkut potensi pelanggaran terhadap Undang undang transaksi elektronik UU ITE nomor 11 tahun 2008 yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, termasuk cyber bullying,” tutur Abdur kadir seraya mengatakan pihaknya  berusaha mengajak para pelajar untuk menolak cyber bullying, dan menggunakan media sosial dengan bijak.**

Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close