Hakim Tipikor Vonis Didakus Leba 10 Tahun Penjara Denda 600 Juta

POROSTVNEWS.COM  –  Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Kupang menjatuhkan vonis  10 tahun penjara terhadap Didakus Leba mantan Kepala Cabang Bank NTT Surabaya, Jumat (20/11/2020) lalu.

Selain divonis selama 10 tahun penjara, Didakus Leba juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp. 500 juta subsidair  6 bulan kurungan.

Didakus Leba divonis selama 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang karena dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal  2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Menurut majlis hakim, terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Di rilis dari media online kriminal.co, dalam putusan majelis hakim menyebutkan, yang memberatkan terdakwa dalam perkara ini ada dua alasan dalam penuntutan yakni hal – hal yang memberatkan seperti terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sedangkan hal – hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa juga mengakui dan menyesali seluruh perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan ini dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq. Turut hadir JPU, Hendrik Tiip, Emerensi Jehamat dan Herry C. Franklin serta turut hadir kuasa hukum terdakwa, Marsel Radja dan Fredom Radja.**

Artikel ini sudah tayang di media online. www.kriminal.co ,

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close