Berkas Perkara Kasus Arak P21, Penyidik Segera Serahkan Tersangka dan BB ke JPU

TANJUNGPANDAN, BELITUNG – Berkas Perkara (BP) penyidikan kasus pabrik arak oleh Sat Narkoba Polres Belitung memasuki babak baru. Pasalnya, Jumat (18/12/2020) Jaksa Peneliti Kejari Belitung menyatakan berkas penyidikan dinyatakan lengkap atau P21.

Artinya, setelah berkas P21 maka penyidik akan segera melakukan P21 tahap dua dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti  ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan mengatakan, setelah dinyatakan P21 oleh JPU maka pihaknya akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti.

“Penyerahan tersangka dan barang hukti segera dilakukan.Setidaknya sebelum natal dan tahun baru kita sudah limpahkan. Senin atau paling lambat Selasa depan sudah kita serahkan,” ujar Hutahayan kepada Porostvnews.com, Sabtu (19/12/2020).

Sementara, Kajari Belitung ali Nurudin, SH., MH melalui Kasi Pidum Suwandi, SH membenarkan berkas perkara kasus pabrik arak sudah dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutkan JPU menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik.

“Benar, Berkas Perkara kasus pabrik arak sudah dinyatakan lengkap dan selanjutnya JPU menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti,” ujar Suwandi kepada porostvnews.com, Sabtu (19/12/2020) siang.

Masih kata Hutahayan, semenjak pelimpahan perkara dari PPNS Satpol PP Kabupaten Belitung, jajaran Sat Narkoba langsung menetapkan dua tersangka yaitu Fan Tjin (64) dan Ester (62).

Keduanya diduga memproduksi arak tanpa ijin di sebuah gubuk papan yang berlokasi di Jalan Bicong, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Kedua tersangka diancam hukuman kurungan dua tahun penjara atau denda maksimal Rp 4 miliar.

Selain memeriksa para saksi, penyidik Sat Narkoba juga harus menghadirkan saksi ahli berdasarkan petunjuk jaksa.

Tiga saksi ahli yang dihadirkan yaitu ahli laboratorium BPOM, ahli pidana dari universitas di Jogyakarta dan ahli agama atau budaya.

“Semenjak Agustus kemarin kami sudah tetapkan tersangka dan mulai lah prosesnya bolak-balik,” kata Hutahayan.

Masih Menemukan Jalan Buntu

Dilansir dari posbelitung.co, Hutahayan menyebutkan, untuk lokasi kedua di Jalan Kapten Saridin Dalam, Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, penyidik masih menemukan jalan buntu.

Sebab, tersangka Hendra sampai hari ini tak kunjung datang untuk diperiksa.

Oleh sebab itu, kata dia, penyidik akan berkoordinasi dengan BPOM mengenai masa kadaluarsa barang bukti berupa arak fermentasi.

“Kalau kelamaan dikhawatirkan barang bukti rusak. Kemungkinan nanti kami harus ambil sampel disaksikan pihak terkait walaupun tanpa disaksikan tersangka,” katanya.

Sebelumnya Bupati Belitung Sahani Saleh bersama rombongan Satpol PP melakukan penggerebekan dua pabrik arak di lokasi berbeda pada akhir Juli 2020 lalu.

Ratusan liter barang bukti berupa arak fermentasi diamankan tanpa pemiliknya.

Kemudian, kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Belitung untuk diproses hukum sesuai Undang-Undang yang berlaku.**

Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close