Kasus Tipikor, Kejari Beltim Tahan Mantan Kades Pembaharuan,Kelapa Kampit

BELITUNG TIMUR – Mantan Kepala Desa Pembaharuan, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur periode 2012-2018 berinisial  SBI alias Andi ( 41) akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Belitung Timur pada Senin (22/2/2021).

Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan, setelah penyidik Polres Belitung Timur menyerahkan tersangka dan berkas perkara berikut barang bukti dan diterima oleh kasi tindak pidana khusus (Pidsus) kejari Belitung Timur Andi Saputera Sitepu, SH.

Penahanan tersangka oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan cara dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Polres Belitung Timur sampai dengan perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pangkal Pinang.

“Benar, Jaksa Penuntut Umum melakukan penahan terhadap tersangka SBI alias Andi mantan kades Pembaharuan, Kec. Kelapa Kampit  selama 20 hari ke depan, ” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Abdur Kadir, SH., MH kepada Porostvnews, Senin (22/2/2021 ) siang.

Abdur Kadir yang didampingi Kasi Pidsus Andi Saputera Sitepu menjelaskan, hari ini telah dilaksanakan kegiatan tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan APBDesa Pembaharuan Kec. Kelapa Kampit Kab Belitung Timur TA 2017 atas nama tersangka berinisial SBI alias Andi bin Sukiman  (41) yang di duga melanggar Psl 2 ayat (1) atau Psl 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Tersangka diduga telah menyalagunakan pengelolaan keuangan desa yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar lebih kurang Rp 306 juta berdasarkan Audit Investigasi Inspektorat Daerah Kab Belitung Timur.

Terhadap tersangka dilakukan penahanan oleh Jaksa Penuntut Umum selama 20 hari kedepan dengan cara dititipkan di Rutan Polres Belitung Timur sampai dengan perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pangkal Pinang, tandas Abdur Kadir, SH., MH.*

Reporter: Daewo Andika

Editor: Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close