Status Hukum Dugaan Korupsi Desa Air Saga “Segera” Naik Tahap Penyidikan

BELITUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung dibawah komando, IG Punia Atmaja, SH., MH mulai menunjukan taringnya.Betapa tidak, kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan bakal berubah status hukumnya.

Kasus dugaan korupsi yang semula berstatus penyelidikan dalam waktu dekat  akan ditingkatkan status hukumnya ketingkat penyidikan. Itu artinya progres penanganan kasus dugaan penyelewengan dana APBDes Air Saga tahun 2019 tersebut mamasuki babak baru.

Berdasarkan pantauan Porostvnews.com  di lingkungan kejari belitung tiga pekan terakhir sejak terbitnya sprindik, bidang pidana khusus (Pidsus) Kejari Belitung terpantau intens memeriksa dan meminta keterangan sejumlah pihak terkait dengan kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Belitung IG Punia Atmaja,SH.,MH ketika di klarifikasi terkait pemeriksaan sejumlah pihak  oleh bidang pidsus membenarkannya.

“Memang benar, sejumlah pihak yang berhubungan dengan pengelolaan dana desa  Air Saga tahun anggaran 2019 lalu sudah dimintai keterangan, ” ujar kajari.

Kajari yang didampingi  Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Rakhmad Irwan, SH., MM mengemukakan,  setelah memeriksa dan meminta keterangan sejumlah pihak kuat dugaan adanya peristiwa tindak pidana korupsi di desa tersebut.

Ketika disinggung apakah kasus ini akan ditingkatkan status hukumnya dari penyelidikan ke tingkat penyidik? Segera akan ditingkatkan statusnya ke tingkat penyidikan, papar Punia Atmaja.

” Segera dinaikan ke tingkat penyidikan. dari hasil pemeriksaan kita sudah menemukan bukti-bukti  kuat adanya peristiwa pidana pada pengelolaan dana desa tahun 2019 lalu,” tutur Punia seraya mengatakan dalam perkara ini perlu ke hati hatian .  Yang jelas setelah dinaikan ke tahap penyidikan maka penyidik akan mencari setidaknya dua alat t untuk menetapkan tersangkanya.

Perlu diketahui, terkuaknya  kasus dugaan penyalahgunaan dana APBDes Air Saga tahun anggaran 2019 lalu itu bermula dari laporan masyarakat dan selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh bidang intelejen kejari belitung akhir tahun 2020 lalu.

Tim jaksa yang dilibatkan dalam perkara ini merupakan tim gabungan dari Intelejen, Pidsus, Pidum dan Datun. tim gabungan ini sengaja dibentuk untuk memaksimalkan agar bisa menangani secara terpadu dan tuntas.

Dugaan sementara hasil lead Seksi Intelejen yang dilimpahkan kepada Seksi Pidsus, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 900 juta.*

Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close