Pelaku Pencurian di Rumdis Kajari Beltim Divonis 3,6 Tahun Penjara

Wali Guntur alias Iwan (34) Dihukum untuk Kelima Kalinya terkait kasus Pencurian, Pengeroyokan dan Perbuatan Asusila.

BELITUNG TIMUR | POROSTVNEWS – Terdakwa pencurian di Rumah Dinas Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur di vonis Majelis Hakim 3 Tahun 6 Bulan penjara. Putusan Majelis Hakim  tersebut lebih tinggi (6)  enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Beltim, Dimas Pranowo, S.H.

Terdakwa  Wali Guntur alias Iwan bin (alm) Abdul malik (34) warga Jalan Kuto Panji RT 04 RW 07 Kelurahan Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 362 KUHP.

Selain vonis penjara, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan  yang di ketuai Anak Agung Niko Brama Putra dan  Hakim anggota, Frans Lukas Sianipar, Syafitri Apriyani Supriatry juga membebankan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 5000.Majelis juga menetapkan sejumlah barang  dikembalikan kepada saksi-saksi. sedangkan sebilah parang (golok) milik terdakwa dirampas untuk dimusnahkan.

Terkait vonis terdakwa yang dibacakan 11 Mei 2021 lalu. Dimas Pranowo, S.H  selaku Jaksa Penuntut Umum dalam kasus pencurian yang dilakukan  terdakwa di rumah dinas Kajari Beltim, 02 Februari 2021 sekira pukul 09.30 WIB tersebut membenarkannya.

“Benar, Putusan Majelis Hakim lebih tinggi enam bulan dari tuntutan JPU yang menuntut 3 tahun pidana penjara,” kata Dimas Pranowo, SH ketika dihubungi redaksi Porostvnews.com, Minggu (23/5/201).

Terdakwa Wali Guntur alias Iwan sebelumnya pernah dijatuhi pidana penjara 4 (empat) kasus pidana yakni.Pertama. Pada tahun 2007, terdakwa melakukan tindak pidana penganiayaan dan dihukum selama 4 (empat) bulan dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Bukit Semut Sungailiat Bangka. Kedu. Pada tahun 2010, terdakwa melakukan tindak pidana pengeroyokan dan dihukum selama 5 (lima) bulan dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Bukit Semut Sungailiat Bangka.

Ketiga. Pada tahun 2012, terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dan dihukum selama 2 (dua) tahun dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Bukit Semut Sungailiat Bangka dan ke empat .Pada tahun 2016, terdakwa melakukan tindak pidana menyetubuhi anak dibawah umur dan dihukum selama 6 (enam) tahun 6 (enam) bulan dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Cerucuk Tanjung Pandan Kab. Belitung.Dan, saat terdakwa melakukan aksi pencurian terdakwa masih berstatus asimilasi.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Timur Abdur Kadir, SH., MH juga membenarkan bahwa Vonis Majelis Hakim PN Tanjungpandan lebih tinggi  6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut 3 (tiga) tahun pidana penjara.

Melihat dari perbuatan terdakwa yang sudah berulang kali dijatuhi pidana merupakan sebagai pelaku tindak pidana berulang.”Jadi wajar hukuman yang diterima terdakwa,” tandas Abdur Kadir.**

Nasrul Rully

 

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Close