Penyidik Pidsus Kejati Babel Jebloskan Pejabat ATR/BPN Bangka Tengah ke Penjara

POROSTVNEWS.COM -Usai diperiksa selama tujuh jam oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung akhirnya ,JA Kepala Seksi Hubungan Hukum Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bangka Tengah ditahan oleh penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (27/5/2021).

Tersangka terseret dalam pusaran dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pemberian fasilitas Kridit terhadap 47 nasabah di Bank BRI Cabang Pangkalpinang dan kantor Cabang Pembantu Depati Amir dengan kerugian negara mencapai Rp43,5 Miliar.

Adapun peran tersangka menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) dari angunan yang diajukan oleh tersangka Sugiato alias Aloy. Tersangka diduga telah menerima uang dari hasil menertibkan SHM berkisar ratusan juta rupiah.

Pantauan di lokasi, sebelum dilakukan penahanan tersangka sempat menjalani pemeriksaan diruang penyidik Pidsus Kejari Babel selama 7 jam. Tepat pukul 20.00 WIB tersangka keluar dari ruangan penyidik dengan mengenakan rompi tahanan bewarna oranye.

Penyidik langsung mengiring tersangka kedalam mobil Innova warna hitam untuk selanjutnya dibawa kerumah tahanan Polres Pangkalpinang.

“Peran tersangka JA sebagai Kepala Seksi Hubungan Hukum ATR/BPN Kabupaten Bangka Tengah untuk menerbitkan sertifikat Hak Milik dari angunan yang dimohonkan dari Sugiato alias Aloy,” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel Ketut Winawa didampinggi Kasidik Himawan dan Kasi Penyitaan Barang Bukti, Samori.

Tersangka terancam pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang – undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan Undang – undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 65 ayat (1) KHUP.

Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang – undang RI Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – undang RI Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam perkara pemberian fasilitas Kridit 47 nasabah di Bank BRI kantor Cabang Pangkalpinang dan kantor Cabang Pembantu BRI Depari Amir, penyidik Pidsus Kejati Babel telah menahan sebanyak 10 orang tersangka.

Mereka adalah Sugiarto alias Aloy seselaku nasabah atau otak pelaku, Desta, Radinal, Edwar, Handoyo dan Kiki selaku Account Officer Bank BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu Depati Amir.

Kemudian AHP Kepala Cabang Bank BRI Pangkalpinang dan ATM Kepala Cabang Pembantu Bank BRI Depati Amir. Keduanya ditahan, Rabu (19/5/2021), lalu.

Peran APH selaku pemberi kewenangan dalam menyalurkan Kridit terhadap 12 debitur di kantor Cabang Pangkalpinang dan 3 debitur di kantor Cabang Pembantu Depati Amir. APH diduga bekerjasama dengan AO berinisial RA, AO H dan CI E untuk mengajukan kridit.

Sementara peran ATM selaku Kacab BRI Pembantu Depati Amir sebagai pemberi kewenangan terhadap 32 debitur juga selaku Account Officer atau AO terhadap 4 debitur yang bekerjasama dengan para AO D dan AO PAH untuk memproses pengajuan kridit KMK terhadap 35 debitur.

Penyidik Pidsus Kejati Babel juga menahan seorang notaris berinisial GH. GH ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Nomor PRINT -117/L.9/Fd.1/05/2021 tanggal 20 Mei 2021.

GH sebagai notaris yang menertibkan Covernote diduga tidak sesuai dengan fakta peningkatan anggunan menjadi SHM dalam pemberian fasilitas Kridit pada 26 debitur yang menjadi syarat dalam pencairan Kridit di Bank BRI kantor Cabang Depati Amir.*) Wahyu

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Close