Didakwa 4 Pasal Sekaligus, Darwin alias Peson Terancam Pidana Mati

BELITUNG | POROSTVNEWS.COM – Darwin alias Peson (41) terdakwa kasus pembunuhan terhadap Muhammad Nur Ilham (41) didakwa  4 (empat) pasal KUHP sekaligus.

Prosesi persidangan perkara pembunuhan tersebut digelar diruangan sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan dipimpin oleh Anak Agung Niko Brahma Putra, SH., MH selaku Ketua Majelis Hakim, Senin (31/5.2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung, Tri Agung Santoso, SH  mendakwa terdakwa Darwin alias Peson dengan dakwaan Primair Pasal 340 KUHP, Subsidair Pasal 338 KUHP, Lebih Subsidair Pasal 355 KUHP dan Lebih-lebih Subsidair dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana sekurang kurangnya 20 tahun, dan seumur hidup serta  maksimal pidana mati.

Terdakwa yang didampingi penasehat hukum dari LKBH Belitung tersebut tertunduk lesu ketika mendengar dakwaan JPU.  Usai sidang tak sepatah katapun keluar dari mulut terdakwa yang memakai kaos dan celana bewarna abu-abu serta menggunakan masker tersebut.

Sidang ditunda dan akan dilanjutkan Senin (7/6/2021)  depan dengan agenda sidang pemeriksaan saksi-saksi yang akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.

Penyidik Polres Belitung menggelar rekontruksi yang di ikuti terdakwa . Foto: rully.

Terdakwa Sempat DPO

Untuk diketahui, usai melakukan pembunuhan terhadap Muhammad Nur Ilham 18 desember 2020 lalu. Darwin alias Peson sempat melarikan diri dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polisi. Peson baru berhasil ditangkap Tim Unit Opsnal Resmob Satreskrim Polres Belitung, Sabtu (27/3/2021) setelah sempat menghilang  lebih kurang  selama tiga bulan.

Berdasarkan dakwaan Jaksa, terdakwa  menghabisi nyawa korban yang tak lain temannya sendiri Muhammad Nur Ilham pada Tanggal 18 Desember 2020 lalu dengan pisau dapur di sebuah rumah kontrakan di Jalan Telex, Desa Aikketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung sekitar sekira pukul 03.35 WIB.

Berdasarkan Surat Keterangan Kematian nomor 67/UPTRSUD/Instl-MR/II/2021 yang dikeluarkan oleh UPT RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung, menerangkan korban Muhammad Nur Ilham telah meninggal dunia pada tanggal 18 Desember 2020 dan Visum Et Repertum nomor 26/RSUD/VIS/XII/2020 tanggal 18 Desember 2020 menyebutkan jenazah Muhammad Nur Ilham ditemukan 14 item luka disekujur tubuh korban.*

Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Close