Kejari Belitung Timur Hentikan Penuntutan 1 Perkara Lewat Restorative Justice

BELITUNG TIMUR, POROSTVNEWS.COM – Kejaksaan Negeri (kejari) Belitung Timur melalui Jaksa penuntut Umum (JPU) menghentikan proses penuntutan   berdasarkan Sistem Restorative Justice System. Penyelesaian perkara dengan sistem keadilan restoratif Justice ini sesuai perintah Jaksa Agung yang tertuang dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Penghentian penuntutan berdasarkan RJ tersebut dalam perkara atas nama Leo Febriansyah yang diduga melanggar Pasal Pasal 335 ayat 1 ke-1 KUHP telah dilakukan dengan RJ (Restorative Justice).

“Alasan perkara ini dilakukan RJ adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan cara dilakukan perdamaian antara terdakwa dan korban serta pihak lain yang terkait yang bertujuan bersama-sama mencari penyelesaian damai dan pertimbangan lainnya Pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana ”kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umumu (Kasi Pidum) Kejari Belitung Timur, Riki Apriyansyah, SH,. MH.

Riki Apriansyah yang didampingi (JPU) Jaksa Penuntut Umum  Agus Syahfitri, SH  menjelaskan, selain upaya perdamaian tentunya ada syarat yang wajib dipenuhi dalam penghentian penuntutan perkara berdasarkan RJ. Pertama: Terdakwa baru pertama kali melakukan tindak pidana dan bukan merupakan residivis. Kedua: Ancaman hukuman atas perkara yang akan dilakukan RJ tidak lebih dari 5 tahun, dan kerugian terhadap korban tidak lebih dari 2.500.000 ( dua juta lima ratus ribu rupiah).

Dikatakannya, setelah dilakukan upaya perdamaian, kami memohon petunjuk dan arahan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Bangka Belitung dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Agung RI dengan melakukan Ekspose secara Virtual pada hari kamis tanggal 10 Juni 2021″.

“Allhamdulillah, permohonan kami untuk melakukan Penghentian Penuntutan atas nama terdakwa Leo disetujui oleh Jampidum dan hari ini juga, Kamis (10/6/2021) Pak Kajati sudah mengirimkan surat kepada kami tentang surat persetujuan untuk dihentikan penuntutan terhadap perkara dimaksud,” ujar Riki Apriansyah.

Atas persetujuan tersebut maka pihaknya menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan yang ditandatangani oleh Plh. Kajari Belitung Timur Pak Agus Syahfitri. Dan, saat ini terdakwa sudah dikeluarkan dari tahanan, terang Riki.

“Dengan dihentikannya penuntutan melalui Restorative Justice kita  berharap terdakwa tidak akan mengulangi perbuatannya dalam bentuk apapun yang melanggar hukum dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pinta Kasi Pidum Kejari Belitung Timur, Riki Apriansyah.** Nasrul Rully

Tandai

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Close