Hakim Tipikor Vonis Mantan Kaur Keuangan Desa Selat Nasik 2,5 Tahun Penjara

Mayangsari Juga Divonis Denda Rp50 Juta dan Uang Pengganti Rp251 Juta

PANGKALPINANG | POROSTVNEWS.COM – Sempat tertunda beberapa kali persidangan, akhirnya, majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bangka Belitung (Babel) menggelar persidangan terhadap terdakwa mantan kaur keuangan Desa Selat Nasik, Belitung, Mayangsari (31), Jumat (9/7/2021).

Melalui sidang virtual, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Babel yang diketuai Efendi, SH dengan hakim anggota masing-masing Siti Hajar Siregar, SH dan Erizal, SH, menjatuhkan Vonis 2 (dua) Tahun 6 (enam) bulan penjara.

Selain vonis penjara, Mayangsari juga dijatuhi vonis denda sebesar Rp50 juta subsider 3 (tiga) bulan penjara serta uang pengganti sebesar Rp251 juta subsider 9 (sembilan) bulan penjara dan membayar biaya persidangan sebesar Rp7.500 (tujuh ribu lima ratus rupiah).

Dalam Amar Putusannya,majelis hakim menyatakan  Mayangsari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001.

Vonis hakim ini jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung  yang menuntut terdakwa Mayangsari pidana penjara selama 5 (lima) Tahun denda sebesar Rp. 200.000.000,00,- (dua ratus juta rupiah) , pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp. 251.317.225,- (dua ratus lima puluh satu juta tiga ratus tujuh belas ribu dua ratus dua puluh lima rupiah).

Menanggapi vonis hakim tersebut, terdakwa Mayangsari menerimanya. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung, Muhammad Aulia Perdana, SH menyatakan pikir-pikir.

Menyikapi vonis majelis hakim tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Belitung, IG Punia Atmaja, SH., MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Rakhmad Irwan, SH.,MH membenarkan vonis tersebut. Ketika disinggung apakah akan melakukan upaya banding? Tadi JPU sudah menyatakan pikir-pikir. Kita punya waktu tujuh hari untuk menentukan sikap, ujarnya.

Untuk diketahui, Mayangsari duduk di kursi pesakitan pengadilan tipikor lantaran diduga menggunakan APBDes Selat Nasik Tahun Anggaran 2019 bukan untuk mendanai belanja desa. Tapi sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi membayar arisan online.

Berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh auditor Inspektorat Kabupaten Belitung, terdakwa disangkakan telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 317.317.225. Namun, sebelum dimulainya penyidikan, terdakwa sudah pernah mengembalikan uang tersebut sebesar Rp 66 juta.**Rully

Tandai

POROS TV CHANEL


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Close