Dugaan Perkara Tipikor, Penyidik Tetapkan 2 Tersangka Renovasi Gedung Bedah Sentral RSUD Beltim

BELITUNG TIMUR – Kejaksaan Negeri (Kejari)  Belitung Timur mulai unjuk gigi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) di wilayah hukumnya.Betapa tidak, bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 61 yang diperingati setiap tanggal 22 Juli, penyidik Kejari Beltim menetapkan dua tersangka masing-masing berinisial CP dan YT.

Penetapan kedua tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan pekerjaan renovasi gedung bedah central pada UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Belitung Timur  tersebut sudah diumumkan Kajari Belitung Timur Abdur Kadir, SH., MH di aula kejari beltim, Kamis (22/7/202) sore.

Kajari yang didampingi Kasi Intelejen Angga Insani Husri, SH.,MH selaku ketua tim penyidik dan Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Andi Saputera Sitepu, SH dan Kasubagbin M. Agussyafitri, SH mengatakan bahwa penyidikan perkara ini dimulai 31 Mei 2021 berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur Nomor : PRIN-269/L.9.14/Fd.2/05/2021.

Dipaparkan Abdur Kadir, tersangka berinisial CP selaku Kuasa Pengguna Aanggaran (KPA)  ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-837/L.9.14/Fd.2/07/2021 tanggal 22 Juli 2021. dan YT selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-837/L.9.14/Fd.2/07/2021 tanggal 22 Juli 2021.

“Penetapan tersangka tersebut dilakukan berdasarkan menimal 2 (dua) alat bukti yang diperoleh oleh penyidik sebagaimana diatur dalam ketentuan KUHAP serta adanya indikasi kerugian keuangan negara.

Usai acara, pemimpin redaksi media ini berkesempatan mewancarai ketua tim penyidik Angga Insani Husri, SH., MH.Ia mengatakan sejak menerima Sprint penyidikan tertanggal 31 Mei 2021. Dan pada ,Selasa 19 Juli 2021 Tim Penyidik telah membuat Laporan Perkembangan Hasil Penyidikan, lalu pada tanggal 21 Juli 2021 telah dilakukan ekspose terhadap Laporan Perkembangan Hasil Penyidikan tersebut.Dari hasil ekspose tersebut semua peserta ekpose sepakat untuk menetapkan 2 (dua) orang tersangka.

Dipaparkan Angga, tim penyidik butuh waktu selama 80 melakukan pemeriksaan terhadap 23 (dua puluh tiga) orang saksi yang terdiri dari; PA, PPK, Bendahara Pengeluaran, PPHP, Pengawas Lapangan, Pejabat Pengadaan, Staf Aministrasi, PPK OPD/Verifikator, Pokja ULP, Penyedia Konsultan Supervisi (PT BALQIS MANDIRI KONSULTAN), Pemilik PT DELBIPER CAHAYA CEMERLANG (Pihak Penyedia Kegiatan), Pihak Bank (BNI sebagai pihak yang mengeluarkan Jaminan/Penjamin Pelaksana dan Bank Sumsel Babel sebagai rekening tujuan pembayaran kegiatan) maupun melakukan penyitaan terhadap sejumlah surat yang bisa dijadikan bukti terkait pelaksanan proyek tersebut.

Masih menurut  mantan Kasubsi Pratut tindak pidana terorisme dan kejahatan lintas negara di Kejati Jawa Barat ini, tim Penyidik akan terus mencari fakta-fakta dan dokumen terkait, serta terus menelusuri agar diperoleh kebenaran materiil dari perkara tersebut, maupun kemungkinan adanya penambahan tersangka baru.

Ketika disinggung terkait jumlah kerugian keuangan negara akibat ulah kedua tersangka, pria yang memiliki dua putera ini masih enggan mengungkapkannya. “Yang jelas penyidik sudah mengantongi nilai kerugiannya,” tandas Angga.

“Untuk mengetahui jumlah kerugian pastinya, saat ini Tim Penyidik telah mengajukan permohonan penghitungan kerugian negara kepada BPKP Perwakilan Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dan saat ini sedang menunggu jadwal untuk ekpose,” tutur Angga yang baru menjabat Kasi Intelejen di Kejari Belitung Timur sejak 9 Juni 2020 lalu.

Yang jelas kata Angga, Nilai kontrak proyek renovasi gedung bedah sentral di UPT RSUD Belitung Timur tersebut senilai Rp 5.345.000.121dengan pagu anggaran sebesar  Rp6.187.219.512.

Bahkan kata Angga, Usai ditetapkan sebagai tersangka, penyidik langsung mengantarkan  surat penetapan tersangka ke keluarga masing-masing  tersangka.** Rully

Tandai

POROS TV CHANEL


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Close