Jaksa Kejari Belitung Serahkan Memori Banding Perkara Tipikor Selat Nasik

BELITUNG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung M. Aulia Perdana, SH akhirnya menyerahkan memori banding  terhadap putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 5/ Pid. Sus-TPK/2021/PN Pgp yang diputus tanggal 9 Juli 2021 atasnama terdakwa Mayang Sari binti Muhamad Subur.

Penyerahan memori banding putusan perkara tipikor tersebut dibuktikan dengan akta tanda terima memori banding No 2/Akta Pid/ TPK/2021/PN Pgp tertanggal 19 Juli 2021 yang ditandatangani oleh Plh Panitera Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang Muchsin, SH., MH.

Kepala Kejaksaan Negeri Belitung IG Punia Atmaja, SH., MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Rakhmad Irwan, SH.,MH membenarkan penyerahan memori banding oleh pembanding pada tanggal 19 Juli 2021 lalu.

Dikatannya, upaya banding yang dilakukan JPU terhadap putusan majelis hakim pengadilan tipikor tersebut karena adanya perbedaan antara surat tuntutan dengan putusan majelis terkait pasal yang dibuktikan.

“Dalam surat tuntutannya,  JPU menuntut dengan Pasal 2 UU Tipikor (dakwaan primair), namun di dalam putusannya majelis memutus terdakwa dengan Pasal 3 UU Tipikor (dakwaan subsidair).  dengan sudah diserahkannya memori banding, untuk selanjutnya perkara akan diuji dan diperiksa kembali oleh Majelis Hakim Tipikor (judex factie) Pengadilan Tinggi Bangka Belitung,” papar  Rakhmad Irwan.

Divonis Lebih Rendah Dari Tuntutan

Untuk diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Babel yang diketuai Efendi, SH dengan hakim anggota masing-masing Siti Hajar Siregar, SH dan Erizal, SH, menjatuhkan Vonis 2 (dua) Tahun 6 (enam) bulan penjara.

Selain vonis penjara, Mayangsari juga dijatuhi vonis denda sebesar Rp50 juta subsider 3 (tiga) bulan penjara serta uang pengganti sebesar Rp251 juta subsider 9 (sembilan) bulan penjara dan membayar biaya persidangan sebesar Rp7.500 (tujuh ribu lima ratus rupiah).

Dalam Amar Putusannya,majelis hakim menyatakan  Mayangsari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001.

Vonis hakim ini jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung  yang menuntut terdakwa Mayangsari pidana penjara selama 5 (lima) Tahun denda sebesar Rp. 200.000.000,00,- (dua ratus juta rupiah) , pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp. 251.317.225,- (dua ratus lima puluh satu juta tiga ratus tujuh belas ribu dua ratus dua puluh lima rupiah).*(Rully)

Tandai

POROS TV CHANEL


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Close